Adhi Karya Terima Rp13,3 Triliun dari LRT Jabodebek, Sisanya Kapan?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 320 2420338 adhi-karya-terima-rp13-3-triliun-dari-lrt-jabodebek-sisanya-kapan-gj2W2hzA72.jpg LRT Jabodebek (Foto: Okezone0

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) mendapatkan dana pembayaran progres pembangunan proyek LRT Jabodebek. Adapun dana yang diterima adalah senilai Rp13,3 Triliun.

Pembayaran ini menyusul progres pembangunan LRT Jabodebek yang terus menunjukan progres. Hingga akhir Mei 2021, progres pembangunan prasarana Kereta LRT Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai 84,76%.

Adapun, proyek LRT Jabodebek memiliki panjang 44 kilometer. Proyek pembangunan transportasi massal terpanjang dalam satu paket ini memiliki nilai investasi Rp23,3 triliun.

Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, dengan pembangunan yang terus menunjukan progres pihaknya menunjukan keseriusan dan kesiapannya dalam mewujudkan transportasi massal terbarukan untuk masyarakat urban Ibu Kota. Adapun LRT Jabodebek sendiri ditargetkan bisa beroperasi pada 2022.

Baca Juga: Progres LRT Jabodebek Capai 84,7%, Kapan Kelarnya?

“Adhi Karya telah mendapatkan pembayaran atas progres yang telah dihasilkan, dengan nilai sejumlah Rp13,3 triliun termasuk pajak,” ujarnya dalam keteranganya, Jumat (4/6/2021).

Farid menambahkan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk menyelesaikan pembangunan depo LRT di Bekasi Timur. Sempat mengalami keterlambatan karena pembebasan lahan, namun kini pembangunan depo LRT sudah mulai mengalami progres yang cukup signifikan.

Adapun pembebasan lahan untuk depo saat ini telah 100%. Sementara progres pembangunannya kini sudah mencapai 44,18%.

Baca Juga: Rampung Agustus, LRT Jabodebek Baru Bisa Beroperasi 2022

“Pembangunan depo yang tengah dikerjakan ini menggunakan skema pembayaran turnkey senilai Rp4,2 tiriliun,” ucapnya.

Nantinya, seluruh kereta ini akan mendapatkan tempat parkirnya sendiri yang terletak di Depo Bekasi Timur. Fungsi Depo adalah untuk melakukan pemeliharaan sarana, antara lain light maintenance, yakni pemeliharaan harian, bulanan, hingga tahunan serta heavy maintenance, yakni pemeliharaan tiap 6 tahunan,

“Depo LRT Jabodebek memiliki luas mencapai 10 hektar dengan kapasitas stabling di depo yang dapat menampung hingga 20 trainset.

Adapun pembangunan depo sendiri menggunakan skema pembayaran turnkey senilai Rp4,2 triliun. Artinya, Adhi Karya baru akan dibayar oleh pemilik proyek ketika pembangunan sudah selesai seluruhnya

“Pembangunan depo yang tengah dikerjakan ini menggunakan skema pembayaran turnkey senilai Rp4,2 tiriliunzHal ini yang mendasari kebutuhan ADHI dalam pre-financing untuk pekerjaan pembangunan dengan proses pinjaman dari bank sindikasi,” jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini