Investasi Miras 'Diharamkan', Kalau Ada yang Menghambat Harus Dicari Jalan Keluar

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 320 2421305 investasi-miras-diharamkan-kalau-ada-yang-menghambat-harus-dicari-jalan-keluar-3JEzUUZvbg.jpg Investasi Minuman Beralkohol Dilarang di Indonesia. (Foto: Okezone.com/SHutterstock)

JAKARTA - Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 resmi diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di dalam aturan tersebut ada ketentuan baru dalam Pasal 2 dengan menghapuskan investasi miras mengandung alkohol, minuman mengandung alkohol anggur, dan minuman mengandung malt.

Namun, pemerintah membuka investasi untuk bidang usaha terbuka atau bidang usaha yang bersifat komersil.

Baca Juga: Teken Perpres 49/2021, Jokowi Pastikan Industri Miras Tertutup untuk Investasi

Menyikapi hal tersebut, Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin menilai, kebijakan tersebut sudah bagus. Menurutnya, Indonesia memang perlu investasi di sektor apapun demi membuka lapangan kerja.

"Jadi kalau ada yang menghambat, harus dicarikan jalan keluarnya. Minuman alkohol juga bisa untuk ekspor kalau diproduksi sendiri di dalam negeri. Atau mengurangi impor dan menghemat devisa," kata Ferry saat dihubungi Okezone di Jakarta (7/6/2021).

Baca Juga: Menko Luhut-Erick Thohir ke China, Bahas Kereta Cepat hingga Vaksin

Dia melanjutkan, sebaiknya pemerintah dalam masalah investasi harus mau total dengan satu visi tertentu. Misalnya Import Substitution.

"Jadi nanti jelas arahnya solid, agar tidak dicampur aduk dengan tuntutan golongan masyarakat tertentu yang selalu memainkan isu halal haram di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Isi Perpres 49/2021 ini menjelaskan bahwa beberapa ketentuan Perpres 10/2021 yang menjadi aturan pelaksana Undang-Undang tentang Cipta Kerja diubah. Salah satunya tentang penanaman modal (investasi) untuk bidang minuman keras mengandung alkohol (miras/minol).

Pada Pasal 2 Ayat (2) huruf b Perpres 49/2021, disebutkan bahwa industri minuman keras mengandung alkohol masuk kategori bidang usaha yang dinyatakan tertutup untuk penanaman modal atau investasi.

"Industri Minuman Keras Mengandung Alkohol (KBLI 11010), Industri Minuman Mengandung Alkohol: Anggur (KBLI 11020), dan Industri Minuman Mengandung Malt (KBLI 11031)," demikian bunyi Pasal 2 Ayat (2) huruf b Perpres 49/2021 sebagaimana dilihat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini