Lindungi Masyarakat, Aturan Fintech Diperketat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 320 2421337 lindungi-masyarakat-aturan-fintech-diperketat-d05weYfbHS.jpg Fintech. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap produk Financial Technology (FinTech) meningkat seiring munculnya pandemi virus corona di Indonesia. Karena itu, pengawasan dan perlindungan masyarakat terhadap menjamurnya FinTech juga perlu ditingkatkan.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, industri FinTech tumbuh dengan pesat membawa perubahan cukup signifikan, antara lain terkait dengan gaya hidup seperti pola pinjaman atau kredit. Sebelumnya, masyarakat meminjam ke bank, namun kini dengan adanya FinTech, setiap orang bisa mendapatkan pinjaman dengan lebih mudah dari platform online.

Baca Juga: Kasus Guru TK Terjerat Utang Pinjol Selesai, OJK: Fintech Lending Ilegal Sangat Membahayakan

Seperti diketahui, lanskap startup FinTech Indonesia didominasi oleh perusahaan FinTech Payment dan FinTech Lending. Per Jan 2021, terdapat 151 perusahaan FinTech Payment, disusul oleh 41 perusahaan Fintech Lending.

“Untuk melindungi kepentingan konsumen, pendekatan regulasi dan pengawasan yang kuat sangat dibutuhkan, seperti menggunakan Regulatory Technology (RegTech), daripada program jaminan yang memerlukan beberapa prasyarat untuk mengurangi potensi resiko,” ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Tips Ngutang di Pinjol, Jangan Sekali-Sekali Akses Ilegal

Regtech merupakan salah satu cara antisipasi pelanggaran FinTech dengan memanfaatkan teknologi berbasis data atau data base, kecerdasan buatan atau artificial intelligent hingga blockchain. Sehingga, pengawasan terhadap tata kelola, transaksi, kepatuhan hingga kewajiban pelaporan dapat lebih cepat dan mudah.

Purbaya menyampaikan beberapa bank di Indonesia telah meningkatkan platform digital mereka untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan loyalitas pelanggan, sekaligus meningkatkan efisiensinya

“Meskipun masih ada yang melekat dan beririsan dengan dengan bank, FinTech bekerja sangat baik berperan penuh dalam ekosistem pasar online, yang terpisah dari pasar offline yang didominasi oleh bank. Kepercayaan dan kredibilitas pada layanan transaksi digital dan e-money sangat penting untuk kelancaran sistem pembayaran, oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi risiko menjadi sangat penting,” jelasnya.

Purbaya menuturkan, bahwa pada dasarnya setiap negara memiliki kekhususan pada karakteristik industri perbankan dan keuangannya, aturan hukum yang berbeda, serta keragaman budaya dan perilaku konsumen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini