Makin Kritis, Garuda Indonesia Tunda Pembayaran Kupon Sukuk Global

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 320 2421713 makin-kritis-garuda-indonesia-tunda-pembayaran-kupon-sukuk-global-5hBfo0VduT.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menunda pembayaran Garuda Indonesia Global Sukuk Limited Trust Certificate. Perseroan menggunakan hak masa tenggang (grace period) selama 14 hari untuk pemenuhan pembayaran jumlah pembagian berkala (kupon sukuk).

Kupon sukuk tersebut jatuh tempo pada 3 Juni 2021. Adapun ketentuan pembayaran kupon sukuk tersebut mengacu pada persetujuan yang sebelumnya telah diperoleh Perseroan dari pemegang sukuk mengenai perpanjangan masa pelunasan pokok sukuk sebesar USD500 juta selama tiga tahun dari waktu jatuh tempo yang semula 3 Juni 2020.

Baca Juga: Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Dahlan Iskan Bilang Begini

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio menjelaskan, Perseroan saat ini tengah menghadapi tekanan kinerja seiring dengan kondisi industri penerbangan yang juga terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19.

"Meskipun Perseroan telah melakukan berbagai langkah strategis dan proaktif untuk mengatasi tantangan kinerja usaha, namun dengan perkembangan situasi pandemi yang masih terus berlangsung berdampak terhadap diberlakukannya kembali kebijakan pembatasan pergerakan dan tentunya berimplikasi terhadap tren penurunan trafik penumpang," ujar Prasetio dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Di Ambang Kebangkrutan, Garuda Indonesia Kembalikan 2 Pesawat

"Lebih lanjut Perseroan memilih untuk menggunakan hak atas masa tenggang selama 14 hari dalam rangka pemenuhan pembayaran kupon atas jumlah pembagian berkala jatuh tempo pada 3 Juni 2021," sambungnya.

Prasetio menambahkan, kondisi kinerja usaha Perseroan juga semakin terdampak dalam imbas penurunan trafik penumpang pada periode peak season lebaran berkenaan dengan kebijakan peniadaan mudik yang diberlakukan selama dua tahun berturut-turut.

"Menyikapi tantangan ini, Perseroan juga terus melakukan berbagai langkah strategis dalam upaya pemulihan kinerja melalui rasionalisasi rute penerbangan, restrukturisasi utang hingga negosiasi dengan lessor pesawat," kata dia.

Ditegaskan juga bahwa keputusan melakukan penundaan pembayaran kupon atas jumlah pembagian berkala kepada pemegang sukuk dengan menggunakan hak masa tenggang 14 hari merupakan bagian dari komitmen Perseroan untuk dapat memenuhi kewajiban kepada pemegang sukuk dengan memperhatikan upaya keberlangsungan usaha di tengah tantangan industri penerbangan akibat pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini