Yenny Wahid Bilang Garuda Indonesia Masih Bisa Diselamatkan

Selasa 08 Juni 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 320 2421925 yenny-wahid-bilang-garuda-indonesia-masih-bisa-diselamatkan-H1lIpALnxN.jpg Yenny Wahid Yakin Garuda Bisa Diselamatkan. (Foto: Okezone.com/Instagram)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat banyak industri terdampak, termasuk industri penerbangan. Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pun tak luput dari dampak pandemi yang mengakibatkan pendapatan menurun tajam. padahal biaya atau beban yang harus ditanggung tetap sama, seperti sewa pesawat, avtur, hingga maintenance.

Perusahaan pelat merah tersebut saat ini hanya memakai sekitar 40 pesawat, turun jauh dari kebutuhan 143 pesawat sebelum pandemi. Tentunya, dengan jumlah pesawat yang menyusut diperlukan penyesuaian jumlah pegawai.

Baca Juga: Makin Kritis, Garuda Indonesia Tunda Pembayaran Kupon Sukuk Global

Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid mengungkapkan, kondisi seperti ini bukan hanya dialami Garuda tetapi juga banyak perusahaan Airlines di dunia. Mereka pun diambang kepailitan, sebagian bertahan karena diinjeksi oleh pemerintahnya

"Pemerintah Indonesia tentu harus fokus pada ada upaya penyelamatan manusia dulu, baru belakangan memikirkan pesawat," ujar Yenny, dikutip dari Koran Sindo, di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Di Ambang Kebangkrutan, Garuda Indonesia Kembalikan 2 Pesawat

Yenny memaparkan, meski di tengah kelesuan akibat Covid-19, Garuda Indonesia tetap melaksanakan berbagai operasi kemanusiaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat, mulai dari mengangkut vaksin sampai merepatriasi WNI yang terlantar di luar negeri akibat tidak ada penerbangan. Bahkan, Yenny menegaskan Garuda juga rela terbang rugi dengan terus menerapkan social distancing sampai sekarang.

Putri almarhum Gus Dur itu pun meyakini meski dalam kondisi sulit, Garuda masih bisa diselamatkan. Dia menyebut, dunia internasional masih punya kepercayaan terhadap Garuda karena melihat prospek jangka panjang pasca Covid-19, kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan angkutan pesawat untuk mengangkut manusia dan barang secara cepat.

"Ada segmen masyarakat yang akan terus memilih terbang bersama Garuda, sehingga kedepan permintaan pasar selalu ada," ungkapnya.

Dia lantas menuturkan, kondisi utang operasional Garuda Indonesia yang semakin bengkak karena pendapatan yang hilang telah dilaporkan kepada para pemegang saham termasuk langkah-langkah penyelamatannya. Langkah-langkah tersebut juga telah disampaikan oleh menteri BUMN Erick Thohir ke DPR, termasuk soal renegosiasi biaya sewa pesawat dengan para lessor.

Menurut Yeni opsi apapun yang diambil oleh pemerintah tentunya kita semua harus mendukung, "Yang jelas, dalam suasana krisis keluarga besar Garuda harus makin solid dan tidak saling menyalahkan satu sama lain. Insya Allah kita akan mampu melalui pandemi ini dan akan mengudara kembali dengan gagah," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini