Manajemen Lakukan Berbagai Cara Selamatkan Garuda agar Tak seperti Merpati

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 278 2422277 manajemen-lakukan-berbagai-cara-selamatkan-garuda-agar-tak-seperti-merpati-9LYnI9ix97.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan berbagai strategi untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan yang kian merugi di tengah pandemi. Perseroan akan fokus salah satunya pada layanan kargo.

Dikutip dari penjelasan manajemen Garuda Indonesia kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), fokus utama Perseroan yakni memastikan keberlangsungan usaha melalui berbagai langkah strategis yang terus dijalankan secara berkesinambungan terutama melalui optimalisasi lini bisnis.

Baca Juga: Yenny Wahid Bilang Garuda Indonesia Masih Bisa Diselamatkan

"Khususnya kargo dan charter, serta pengelolaan cost structure beban operasional Perseroan baik melalui optimalisasi produktivitas armada, negosiasi bersama lessor, pengelolaan SDM serta restrukturisasi rute penerbangan sejalan dengan trend demand yang ada pada masa adaptasi kebiasaan baru ini," tulis keterangan manajemen Garuda Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (9/6/2021).

Manajemen Garuda Indonesia menambahkan, saat ini Perseroan sedang melakukan diskusi dengan konsultan dan Perseroan untuk mengupayakan opsi terbaik yang akan dikaji dalam upaya pemulihan kinerja dan memastikan keberlangsungan usaha Perseroan dengan melibatkan seluruh stakeholders dan persetujuan pemegang saham.

Baca Juga: Yenny Wahid Blak-blakan Praktik Korupsi di Garuda Indonesia

Mengenai strategi Perseroan agar menerima surplus kas tiap bulannya, manajemen menjelaskan bahwa Perseroan terus berupaya untuk melakukan peningkatan kinerja operasional dengan dukungan program vaksinasi yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah, serta melalui program-program untuk meningkatkan revenue dan program efisensi yang dijalankan oleh Perseroan.

"Lebih lanjut Perseroan juga akan melakukan manajemen arus kas yang optimal antara pemasukan yang diterima Perseroan dengan kewajiban yang harus dibayarkan setiap bulannya. Hal ini tentu juga melibatkan proses negosiasi dan diskusi dengan pihak terkait termasuk vendor, Lessor dan Kreditur," tulis manajemen GIAA.

Garuda Indonesia saat ini juga terus melakukan upaya negosiasi dengan lessor untuk pesawat dengan status grounded, dimana pendekatan yang ditempuh adalah untuk kembali dapat mengoperasikan atau melakukan early termination atau pengembalian pesawat, tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan armada sesuai demand layanan penerbangan pada era kenormalan baru saat ini.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia disebut mengalami tekanan yang luar biasa dengan adanya penumpukan utang hingga mencapai Rp70 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini