Pesawat Garuda Indonesia Dikembalikan Lebih Cepat, Ini Penjelasan Dirut

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423443 pesawat-garuda-indonesia-dikembalikan-lebih-cepat-ini-penjelasan-dirut-sSY3L7DUUj.png Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone,com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjelaskan soal pengembalian lebih awal unit pesawat kepada penyewa atau lessor. Padahal, pesawat yang dikembalikan belum memasuki jatuh tempo masa sewanya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, sejalan dengan upaya intensif pemulihan kinerja usaha, pihaknya tengah melakukan percepatan pengembalian lebih awal armada yang belum jatuh tempo masa sewanya.

Baca Juga: Erick Thohir Buka Opsi Gaji Pilot Garuda Indonesia Dibayar Per Jam

Adapun langkah strategis tersebut salah satunya ditandai dengan pengembalian dua armada B737-800 NG kepada salah satu lessor pesawat. Percepatan pengembalian tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat, di mana salah satu syarat pengembalian pesawat adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pesawat terkait.

"Percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat," ujar Irfan dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Pemegang Saham Minoritas Garuda Rugi Rp11,2 Triliun, Ini Tanggapan Wamen BUMN

Irfan menambah, hal ini merupakan langkah penting yang perlu dilakukan maskapai plat merah tersebut di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi Covid-19 dimana fokus utama Garuda adalah penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pasar di era kenormalan baru.

"Saat ini, kami juga terus menjalin komunikasi bersama lessor pesawat lainnya, tentunya dengan mengedepankan aspek legalitas dan compliance yang berlaku", ucap Irfan.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia memangkas jumlah pesawat yang dioperasikan selama pandemi Covid-19 menjadi hanya 53 unit. Hal ini disesuaikan dengan kondisi market dan permintaan layanan penerbangan.

Berkaitan dengan diberlakukannya kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat, maka perseroan melakukan penyesuaian atau pengurangan freskuensi penerbangan hingga optimalisasi penggunaan armada untuk rute padat penumpang.

Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama pandemi berkurang. Jumlah pesawat yang dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan hanya 53 pesawat dari total 142 pesawat. Dari total pesawat tersebut, 136 merupakan pesawat sewa, dan enam pesawat milik sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini