Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sindir Importir! Menko Luhut: Anda Kan Bisa Bikin Pabrik, Masak Mau Impor Terus

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Rabu, 16 Juni 2021 |08:22 WIB
Sindir Importir! Menko Luhut: Anda Kan Bisa Bikin Pabrik, <i>Masak</i> Mau Impor Terus
Menko Luhut Soroti Impor Alkes (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan kesal dengan kondisi pengadaan alat kesehatan (alkes) yang kebanyakan impor. Padahal, menurutnya Indonesia memiliki sumber daya yang memumpuni untuk produksi di dalam negeri.

Luhut menegaskan kepada para importir alkes, untuk tidak melakukan impor barang pada negara lain. Dia menyebut bahwa Indonesia mampu membangun pabrik dan menghasilkan produk sendiri tanpa harus bergantung dengan negara orang. Dengan begitu, dapat memberikan investasi kepada negara.

"Orang-orang yang masih ingin impor-impor, importir-importir, Anda kan bisa bikin pabrik di dalam. Ya kan bisa investasi. Masak mau hanya importir importir (impor) terus sampai kapan kita mau begini," ujarnya dalam webinar, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: Menperin Ungkap Fakta Mengejutkan, 79 Produk Alkes Bahannya Masih Impor 

Luhut menaruh harapan pada importer untuk bisa mendorong diri dan menjadikan pelopor alkes untuk negara sendiri, sehingga dalam jangka panjang, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dan dapat bersaing secara global.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut menjelaskan, apabila dalam sektor kesehatan Indonesia para importir dapat menjadi pelopor alkes, Indonesia dapat menghemat pengeluaran sebesar Rp200 triliun-Rp300 triliun dalam setahun.

"Alkes dalam bidang kesehatan ini, dana yang kita keluarkan hampir Rp490 triliun setahun jadi kalau ini sekarang kita bisa hemat Rp200 triliun-Rp300 triliun setahun, itu sama dengan investasi kita USD25 miliar per tahun. Jadi anda bisa bayangkan betapa penghematan pemborosan kita selama ini yang begitu tinggi," terangnya

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement