Pelarian Paling Lihai! Kisah Eks Bos Nissan Kabur dari Jepang, Dimasukkan di dalam Koper

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 320 2426050 pelarian-paling-lihai-kisah-eks-bos-nissan-kabur-dari-jepang-dimasukkan-di-dalam-koper-ZRzhE3hj4j.jpg Eks Bos Nissan Kabur dari Jepang (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA - Pelarian mantan bos Nissan Carlos Ghosn yang dituduh menggelapkan pajak, dari Jepang cukup lama menjadi misteri.

Dan misteri itu terungkap. Bapak dan anak warga Amerika mengaku membantu pelarian Ghosn dari Jepang ke Lebanon pada 2019.

Mantan veteran pasukan khusus Amerika Serikat, Michael Taylor, 60 tahun, dan putranya, Peter, 28 tahun, diekstradisi ke Amerika Serikat dengan dakwaan menyembunyikan taipan itu dalam koper.

Ghosn dilarikan dalam pesawat jet ketika ia tengah menanti waktu persidangannya.

Jaksa Amerika Serikat menyebut pelarian itu sebagai "salah satu yang paling lihai dengan perencanaan paling apik dalam sejarah."

Dalam pengadilan di Tokyo, bapak dan anak itu mengatakan mereka tidak menyanggah tuduhan yang diajukan oleh jaksa. Mereka menghadapi hukuman penjara tiga tahun maksimal.

Baca Juga: Akal Bulus Mantan Bos Nissan Bisa Kabur, Bayar Rp12,4 Miliar 

Taylor dan putranya menjawab "tidak" saat ditanya oleh hakim apakah keberatan atas dakwaan yang diajukan oleh kantor kejaksaan Tokyo, Senin (14/6) lalu.

Jaksa penuntut menuduh dua pria itu mengorganisir pelarian Ghosn ke Lebanon dari Bandara Kansai pada Desember 2019 dan menerima US$1,3 juta (sekitar Rp18,5 miliar dengan kurs saat ini) atas bantuan mereka.

Mantan bos Nissan itu merupakan buronan internasional dan tinggal di tempat ia dibesarkan di Lebanon, negara yang tidak memiliki traktat ekstradisi dengan Jepang.

Ghosn dalam keadaan bebas dengan jaminan sambil menunggu pengadilan atas empat dakwaan penyalahgunaan wewenang finansial, ketika ia lolos dari penjagaan dengan pesawat jet pribadi, menurut pernyataan di pengadilan.

Taylor dan putranya berupaya selama berbulan-bulan agar tidak diekstradisi. Namun Mahkamah Agung AS menyerahkan mereka ke pemerintah Jepang, Maret lalu.

Jaksa penuntut Tokyo menolak berkomentar atas dakwaan itu sebelum pengadilan dimulai. Kantor berita Reuters melaporkan angka hukuman di Jepang sekitar 99%.

Setelah tiba di Lebanon, Ghosn mengatakan ia merasa seperti "disandera" di Jepang. Pilihannya, kata Ghosn adalah antara "meninggal atau lari."

Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman tehadap eksekutif perusahaan Turki MNG dan dua pilot atas peranan mereka menerbangkannya keluar dari Jepang.

Ghosn pertama kali ditahan atas dakwaan penyalahgunaan keuangan pada November 2008 karena diduga tidak melaporkan gaji sepenuhnya selama lima tahun sampai 2018.

Siapa Carlos Ghosn?

Warga Brasil Carlos Ghosn menjadi ketua dewan direktur Nissan selama hampir 20 tahun.

Pada November 2018, Nissan - produsen mobil terbesar keenam dunia, melaporkan mereka menemukan bahwa Ghosn melaporkan gajinya lebih rendah kepada pemerintah. Temuan ini didapat dari penyelidikan internal.

Dengan alasan ini, Ghosn ditangkap di Jepang dengan tuduhan "menyalahi aturan finansial."

Lahir di Rondônia, Brasil, dari orang tua keturunan Lebanon dan dengan kewarganegaraan Prancis, Ghosn mengatakan asal usulnya membuat dia merasa berbeda dan hal itu membantunya beradaptasi dengan budaya baru.

Dia sempat dipertimbangkan menjadi calon presiden Lebanon namun mengatakan ia "punya terlalu banyak tugas".

Setelah selesai kuliah di École Polytechnique dan lanjut di École de Mines de Paris, Ghosn mulai karirnya di Michelin, dan bekerja di Prancis dan Brasil.

Dia bergabung dengan Nissan pada 1999, setelah Renault membeli saham di produsen mobil Jepang itu dan menjadi pemimpin eksekutif pada 2001.

Ghosn dianggap sangat berjasa atas bangkitnya kembali Nissan di awal abad ke-21 setelah perusahaan itu sempat hampir bangkrut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini