Pelarian Paling Lihai! Kisah Eks Bos Nissan Kabur dari Jepang, Dimasukkan di dalam Koper

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 320 2426050 pelarian-paling-lihai-kisah-eks-bos-nissan-kabur-dari-jepang-dimasukkan-di-dalam-koper-ZRzhE3hj4j.jpg Eks Bos Nissan Kabur dari Jepang (Foto: BBC Indonesia)

Taylor dan putranya berupaya selama berbulan-bulan agar tidak diekstradisi. Namun Mahkamah Agung AS menyerahkan mereka ke pemerintah Jepang, Maret lalu.

Jaksa penuntut Tokyo menolak berkomentar atas dakwaan itu sebelum pengadilan dimulai. Kantor berita Reuters melaporkan angka hukuman di Jepang sekitar 99%.

Setelah tiba di Lebanon, Ghosn mengatakan ia merasa seperti "disandera" di Jepang. Pilihannya, kata Ghosn adalah antara "meninggal atau lari."

Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman tehadap eksekutif perusahaan Turki MNG dan dua pilot atas peranan mereka menerbangkannya keluar dari Jepang.

Ghosn pertama kali ditahan atas dakwaan penyalahgunaan keuangan pada November 2008 karena diduga tidak melaporkan gaji sepenuhnya selama lima tahun sampai 2018.

Siapa Carlos Ghosn?

Warga Brasil Carlos Ghosn menjadi ketua dewan direktur Nissan selama hampir 20 tahun.

Pada November 2018, Nissan - produsen mobil terbesar keenam dunia, melaporkan mereka menemukan bahwa Ghosn melaporkan gajinya lebih rendah kepada pemerintah. Temuan ini didapat dari penyelidikan internal.

Dengan alasan ini, Ghosn ditangkap di Jepang dengan tuduhan "menyalahi aturan finansial."

Lahir di Rondônia, Brasil, dari orang tua keturunan Lebanon dan dengan kewarganegaraan Prancis, Ghosn mengatakan asal usulnya membuat dia merasa berbeda dan hal itu membantunya beradaptasi dengan budaya baru.

Dia sempat dipertimbangkan menjadi calon presiden Lebanon namun mengatakan ia "punya terlalu banyak tugas".

Setelah selesai kuliah di École Polytechnique dan lanjut di École de Mines de Paris, Ghosn mulai karirnya di Michelin, dan bekerja di Prancis dan Brasil.

Dia bergabung dengan Nissan pada 1999, setelah Renault membeli saham di produsen mobil Jepang itu dan menjadi pemimpin eksekutif pada 2001.

Ghosn dianggap sangat berjasa atas bangkitnya kembali Nissan di awal abad ke-21 setelah perusahaan itu sempat hampir bangkrut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini