Industri Mainan Anak RI Laris Manis di Luar Negeri, Menperin Ungkap Fakta Menariknya

Rabu 16 Juni 2021 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 320 2426316 industri-mainan-anak-ri-laris-manis-di-luar-negeri-menperin-ungkap-fakta-menariknya-s52ath3mg7.jpg Menperin Uangkap Potensi Industri Mainan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Industri mainan anak Tanah Air semakin meningkatkan inovasi produk, sehingga berdaya saing dengan impor. Apalagi ekspor industri mainan mencapai USD343 juta pada 2020.

"Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja industri mainan anak agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari Antara, Rabu (16/6/2021).

Indonesia sebagai pasar yang besar menjadi peluang bagi pengembangan industri mainan anak. Menperin mengemukakan performa industri mainan anak nasional menunjukkan tren yang positif.

Baca Juga: Ekspor Kopi RI Tembus Rp564 Miliar di Tengah Covid-19

Hal ini tercermin dari capaian nilai ekspornya yang kian meningkat selama tiga tahun terakhir. Pengapalan produk mainan anak yang mencapai USD320 juta sepanjang 2018, melonjak menjadi USD343 pada 2020.

"Potensi kita, terdapat 131 unit usaha mainan anak pada skala industri menengah dan besar. Dari jumlah unit usaha tersebut, telah mempekerjakan lebih 36 ribu orang. Artinya, sektor padat karya ini termasuk yang memiliki orientasi ekspor," paparnya.

Agus menambahkan pihaknya bertekad memberikan dukungan penuh dan kontribusi nyata bagi pengembangan industri nasional, termasuk sektor industri mainan anak.

Baca Juga: UMKM Sumut Berpotensi Jadi Eksportir Kopi hingga Rempah

"Meskipun di tengah kondisi pandemi, tetaplah konsisten dalam semangat meningkatkan produksi dan inovasi dalam menciptakan senyum bahagia anak-anak Indonesia dan juga di seluruh dunia dengan produk mainan anak yang mendidik dan menyenangkan," tegasnya.

Terkait upaya menggenjot ekspor produk mainan nasional, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Selain itu, memfasilitasi kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). "Ini menjadi kesempatan bagi para pelaku IKM untuk memperluas pasar ekspornya, dengan memperlancar proses produksi mereka," tuturnya.

Kemudian, agar kinerja sektor industri mainan semakin produktif dan berdaya saing di tingkat global, Kemenperin telah mengusulkan mengenai pemberian insentif berupa super deductible tax.

Selain itu, sektor industri mainan juga dapat memanfaatkan fasilitas fiskal berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP).

"Bahkan, dalam upaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas, pemerintah menerapkan pemberlakuan SNI mainan anak secara wajib," papar Gati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini