Dolar AS Turun, Investor Evaluasi Sikap The Fed

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 278 2428837 dolar-as-turun-investor-evaluasi-sikap-the-fed-40oP4CKLoF.jpg Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS melemah atau turun dari level tertinggi pada perdagangan Senin waktu setempat. Penurunan dolar karena investor mengevaluasi sikap hawkish Federal Reserve terhadap kebijakan moneter, sehingga menjadi jeda dalam tren bearish dolar.

"Posisi luar biasa yang sedikit mungkin terlalu condong ke arah short dolar. Sekarang pasar mencoba menarik napas sedikit sebelum benar-benar memutuskan apakah akan memperkirakan tren ini menuju dolar yang lebih kuat atau tidak," ujar Kepala Strategi FX Amerika Utara, Bipan Rai, dilansir dari Reuters, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga: Dolar AS Kian Perkasa Sikapi Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar melemah usai pejabat Federal Reserve regional mengungkapkan akan adanya penarikan kebijakan lebih cepat dari program pembelian obligasi bank sentral, sehingga memberikan lebih banyak kelonggaran dalam memutuskan kapan akan menaikkan suku bunga.

Pernyataan tersebut pun berbeda dengan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang , bahkan ketika ekonomi pulih dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Fed Rate Bakal Naik, Indeks Dolar Menguat Tajam

Oleh karena itu, pernyataan Ketua Fed Jerome Powell nantinya akan menjadi fokus perdagangan ke depannya. Untuk melihat apakah The Fed mengkonfirmasi prospek hawkish atau mencoba untuk menahan ekspektasi pasar tentang pengetatan yang lebih cepat.

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang turun 0,44% hari ini menjadi 91,849. Euro naik 0,41% menjadi USD1,1917 dan greenback naik 0,03% menjadi 110,29 yen Jepang. Pound Inggris naik 1,03% menjadi m1,3933.

Beberapa analis memenilai pergerakan pasar baru-baru ini telah dibesar-besarkan oleh investor yang membuka perdagangan dan dolar masih dianggap menghadapi tekanan seiring pemulihan ekonomi global.

Dalam cryptocurrency, penurunan bitcoin berlanjut dengan penurunan 8,89% menjadi USD32.390. Hal karena China memperluas pembatasan penambangan ke provinsi Sichuan.

Dampak kebijakan tersebut pun besar karena Cryptomining di China menyumbang lebih dari setengah produksi bitcoin global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini