Raja Properti Hendro Gondokusumo Raup Rp947 Miliar dari Prapenjualan di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 278 2429654 raja-properti-hendro-gondokusumo-raup-rp947-miliar-dari-prapenjualan-di-semester-i-2021-mWSP46mACC.jpg Emiten Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan prapenjualan (marketing sales) hingga semester pertama 2021 sekitar Rp947 miliar. Jumlah itu hampir 50% dari target yang dicanangkan perseroan di tahun ini sebesar Rp2 triliun. Adapun, 40% dari target marketing sales tersebut berasal dari proyek yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

”Sudah 50% dari target, hopefully angka ini bisa kita capai di 2021. Jadi, memang dengan adanya Covid-19 kita ada beberapa proyek yang harus planning ulang. Kita akan menunda proyek yang risikonya tinggi seperti high rise karena demand yang belum cukup kuat,”kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono seperti dikutip Neraca, Rabu (23/6/2021).

Disampaikannya, proyek yang dilaunching mayoritas landed dan penjualan inventory. Dimana proyek tersebut menjadi fokusnya tahun ini. Archied juga memproyeksikan industri properti masih akan terus beradaptasi dan mencari titik balik untuk kembali mencapai pertumbuhan. Namun, meskipun prospek pasar properti ke depan masih penuh tantangan, perseroan optimistik situasi dan kondisi akan berangsur-angsur membaik.

Bahkan, menurutnya saat ini justru memberikan peluang yang cukup baik bagi konsumen untuk melakukan pembelian dan berinvestasi properti di saat pasar sedang turun dan banyak insentif kemudahan pembelian dari pengembang dan pemerintah.

Baca Juga: Daftar Saham yang Cuan meski Kasus Covid-19 Melonjak

“Saat ini adalah momentum terbaik bagi konsumen dan investor untuk pembelian properti. Pasar properti dalam tren positif seiring meningkatnya permintaan masyarakat dan adanya insentif kebijakan pemerintah, program bunga dari bank juga pada level rendah,” ungkap dia.

Archied menilai insentif kebijakan yang digelontorkan pemerintah memberikan dampak yang sangat baik bagi sektor properti. Stimulus tersebut bukan hanya berpengaruh terhadap penjualan produk- produk properti yang nilainya masuk ke dalam kriteria insentif, namun juga berimbas kepada produk- produk properti lainya. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan efek psikologis kepada masyarakat dengan menumbuhkan kembali keyakinan untuk pembelian properti.

Baca Juga: Saham Farmasi Ngamuk Seiring Lonjakan Kasus Covid-19 di RI

Perseroan sambungnya, saat ini memfokuskan pada proyek-proyek berjalan serta peningkatan penjualan dari inventori atau stok produk. Perseroan saat ini memiliki cukup stok unit-unit siap huni di sejumlah proyek high rise, seperti apartemen 1Park Avenue, Regatta, Graha Golf, Praxis, The Rosebay, Sumatra36 dan Aeropolis.

Perseroan tahun ini telah meluncurkan beberapa pengembangan baru di sejumlah proyek. Beberapa pengembangan baru tersebut seperti peluncuran klaster DUO di perumahan Talaga Bestari, klaster Sierra di proyek Serenia Hills, dan tiga klaster baru di perumahan Graha Natura Surabaya. Sementara untuk proyek baru, perseroan memulai pengembangan kawasan mixed use terpadu Tierra di kota Surabaya.

Adapun, pada tahun ini, Intiland sudah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 1 triliun, yang hingga semester I-2021 telah digunakan Rp 300 miliar. Di mana, capex akan digunakan untuk pengembangan rumah tapak. Hingga Maret 2021, jumlah landbank yang dimiliki perseroan sebesar 2.356,1 hektare yang mana ini cukup untuk pengembangan sampai 20 tahun ke depan.

Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan sukuk senilai Rp 250 miliar untuk tahap awal. Di mana, dananya akan digunakan untuk membayar utang jatuh tempo kepada pihak perbankan. Lebih lanjut, menghadapi situasi yang tidak menggembirakan ini, perseroan berupaya maksimal menjaga kinerja perusahaan dan tetap fokus menjalankan empat strategi utama pertumbuhan. Yakni, pertumbuhan secara organik, peluang akuisisi, menjalankan kerjasama strategis melalui joint venture atau joint operation, serta pengelolaan modal dan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini