Selamatkan Nasib Garuda, DPR Rekomendasikan untuk Restrukturisasi

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 320 2429879 selamatkan-nasib-garuda-dpr-rekomendasikan-untuk-restrukturisasi-OEo9dWiVq7.jpg Bansos (Foto: Okezone)

JAKARTA - Melorotnya performance kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) hingga menderita rugi menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya dari komisi VI DPR RI sebagai mitra kerja pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pimpinan Komisi VI DPR, Mohammad Haekal, DRP memberikan sejumlah rekomendasi untuk menyelamatkan PT Garuda Indonesia (Persero) yang kini tengah mengalami kesulitan finansial dan salah satunya melalui restrukturisasi perusahaan.

"Komisi VI DPR RI meminta PT Garuda Indonesia untuk memfinalisasi opsi-opsi penyelamatan terkait restrukturisasi Garuda," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi PT Garuda Indonesia seperti dikutip Neraca, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: Dirut: Masih Sanggupkah Kita Selamatkan Garuda?

Komisi VI, lanjutnya, juga meminta Garuda Indonesia untuk berkoordinasi dengan Kementerian BUMN serta melakukan evaluasi secara cepat dan maksimal untuk meminimalisir kerugian operasional. Selain itu, Komisi VI juga meminta agar Garuda Indonesia melakukan renegosiasi dengan pihak perusahaan penyewaan pesawat (lessor), dan melakukan restrukturisasi utang perusahaan.

”Juga penyelesaian dengan karyawan sesuai Undang-undang yang berlaku. Ini harus dilakukan agar kerugian tidak terus terjadi," katanya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Tutup Rute Internasional, Berikut Daftarnya

Sementara itu, Wakil Komisi VI DPR Martin Manurung menegaskan agar direksi Garuda Indonesia segera melakukan renegosiasi dengan pihak lessor. Menurut Martin, Komisi VI akan mendukung penyelamatan Garuda secara politik, namun maskapai penerbangan tersebut harus terbuka soal apa yang terjadi termasuk soal kesepakatan dengan para lessor.

”Hampir seluruh fraksi di DPR sepakat Garuda sebagai flag carrier diselamatkan. Itu dukungan politiknya. Akan tetapi Garuda juga harus terbuka berapa baseline yang dibutuhkan untuk penyelamatan perusahaan,”jelasnya.

Selanjutnya, Komisi VI menyerukan agar seluruh perjalanan dinas yang menggunakan APBN dan APBD untuk mempergunakan pesawat Garuda atau Citilink. Dengan sejumlah rekomendasi tersebut, Komisi VI DPR RI memberikan waktu kepada Garuda Indonesia untuk menyampaikan jawaban tertulis paling lama 10 (sepuluh) hari kerja atas pertanyaan anggota Komisi VI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini