Peluang Usaha Sosis Jamur Tiram

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 455 2430291 peluang-usaha-sosis-jamur-tiram-semdIG0fIk.jpg Peluang Usaha Sosis Jamur Tiram (Foto: Palmateersmeet)

JAKARTA - Peluang usaha sosis jamur tiram belum banyak digarap, padahal bahan bakunya lebih mudah ditemukan. Selain itu minat masyarakat melakukan gaya hidup sehat ala vegan juga semakin ramai diterapkan. Salah satu yang terjun menggarap sosis jamur adalah Widya Putra, CEO dari Meatless Kingdom.

Putra pun bercerita panjang soal genre bisnis frozen food yang dilakoninya. Frozen food merupakan jenis usaha kuliner yang paling laku saat ini. Berbagai jenis makanan beku yang dijual bisa untuk lauk maupun cemilan sehari-hari. Salah satu yang jadi andalannya adalah sosis dari jamur.

Baca Juga: Harga Sepeda Lipat Diprediksi Makin Mahal Tahun Ini

Dia jujur menceritakan mulai mengembangkan produk sosis jamur tiram ini sejak mulai masa pandemi tahun lalu. Dengan basis produksi di Cimahi, Jawa Barat, dirinya terus mengembangkan usaha makanan plantbased ini.

Pengembangan dilakukan dengan berbagai uji coba. Secara umum dia membocorkan porsi jamur dalam komposisi bahannya bisa sekitar 50-60%. Selain itu dalam

campurannya juga terdiri dari olahan kedelai, tepung beras, oat, dan kaldu jamur. Proses pengembangan dilakukan sendiri dengan mengadaptasi dari sosis yang sudah umum.

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Jamur Tiram

Namun dia mengatakan pembuatan sosis jamur ini sudah masuk kategori food technology sehingga tidak bisa asal-asalan mencampur bahannya. Ada kesulitan tersendiri dalam menghasilkan tekstur sosis yang mirip dengan daging umumnya. Menurutnya ini akan bergantung pada selera konsumen. Walaupun tekstur dan kekenyalan sudah mirip dengan sosis daging umumnya tapi tetap saja ada beberapa yang berterima dan ada juga yang tidak.

Kini dia mengaku sudah memproduksi sosis jamur sekitar 300-400 pack per bulan. Bahkan dihitung harian, bisa saja dalam sehari memproduksi 50 pack per hari. Menurutnya perlengkapan utama yang dibutuhkan membuat sosis jamur adalah mesin filler untuk mengisi, mesin pencampur adonan, dan blender.

Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan juga modal. Berjualan frozen food juga tidak membutuhkan banyak printilan. Cukup menggunakan freezer atau lemari es untuk menaruh stok barang. Ditambah dengan beberapa spanduk, pamflet dan promosi lewat media sosial, jenis usaha kuliner ini dapat langsung dijalankan.

Dia bercerita peluang market yang tersedia kini masih sangat luas. Karena sekarang ada banyak ragam klien. Mulai dari katering, restoran, ataupun individu yang beli langsung untuk mencoba pola hidup vegan. Kemudian dia juga menggandeng toko organik frozen food dan jaringan reseller. Saat ini dia bekerja sama dengan reseller dan distributor yang jumlahnya lebih dari 30 orang.

Jadi menurut dia kompetisinya masih sepi dan didukung kesadaran masyarakat akan kesehatan dan lingkungan. Karena itu banyak masyarakat yang coba kurangi konsumsi daging. Dia melihat jumlah kompetitor sosis masih sedikit atau di bawah 5 pemain. Sementara produk impornya juga masih sedikit sekali yang menjual sosis plantbased. Hasil produksinya dibanderol harga Rp 35 Ribu per kemasan isi 6 sosis.

Bagi yang ingin berbisnis sosis jamur disarankannya untuk mulai sebagai reseller atau dropship saja. Namun yang paling penting adalah jangan mudah menyerah dan mau terus mengembangkan. Sementara bagi yang ingin melakukan produksi harus semangat mengembangkan dan menerima masukan agar teksturnya semakin mirip dengan sosis daging.

Bila ingin berjualan sosis jamur dirinya menyarankan harus mulai dari pahami market. Biar tidak merugi. Jadi setidaknya lakukan survei kecil-kecilan di lingkungan sendiri apakah ada peminat produk tersebut. Bila sudah dipastikan barulah mulai dieksekusi.

Selain itu dia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang kompeten untuk menyatukan bahan-bahan dan melakukan produksi.

Karena itu pebisnis bisa mulai sebagai dropship hanya bermodal pulsa. Selain itu bisa juga menjadi reseller dan melakukan stok barang di rumah. Lebih lanjut lagi para reseller juga bisa juga mengolah sosis jamur jadi topping untuk pizza atau roti. Tentu ini bisa jadi opsi menarik karena ada nilai tambahnya.

Modal menjadi reseller disebutnya terjangkau mulai dari Rp300 Ribu. Pebisnis sudah bisa mendapatkan diskon untuk produk sebesar 15%, potongan ongkir, modul wirausaha, serta desain promosi digital. Pihaknya juga menjanjikan bonus bulanan dan diskon 20% bila melakukan pembelian Rp 1 juta.

Strategi penjualan dirinya menyarankan untuk mulai dari Instagram, WA Grup, telegram, dan tiktok. Semua bisa dieksplorasi di sana. Sementara bagi yang ingin buka stand cukup beresiko karena ini cukup spesifik jadi akan riskan membayar stand kecuali sosisnya diolah menjadi produk lain.

Terakhir dia bercerita jumlah masyarakat yang mencoba hidup plantbased masih tumbuh tapi berkembang makin banyak. Konsentrasi utama masih di kota-kota besar. Sementara untuk kota kecil masih butuh edukasi market.

Berbagai kota yang sudah dimasuki produk sosis jamur tersebar seperti Cimahi, Tangsel, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Purwokerto, Jogja, Bali, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Lampung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini