Share

6 Fakta BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair Lagi, Buruan Cek Rekening

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 04:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 320 2431213 6-fakta-blt-umkm-rp1-2-juta-cair-lagi-buruan-cek-rekening-IemrXSjmA2.jpg BLT UMKM (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - BLT UMKM atau BPUM yang disalurkan Kementerian Koperasi dan UKM disebut telah cair oleh Asosiasi UMKM Indonesia. Namun berbagai masalah masih menghantui mulai dari kisruh data hingga dana yang belum cair.

Berikut beberapa fakta-fakta yang dikumpulkan oleh Okezone terkait BLT UMKM yang cair yang dirangkum, Minggu (27/6/2021).

1. Menunggu Anggaran Rp 3,6 Triliun

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Eddy Satriya menyebut pihaknya saat ini masih menantikan pencairan anggaran dari Kementerian Keuangan untuk tambahan 3 juta penerima BLT UMKM atau BPUM.

Menurut dia hingga kini pihaknya masih menantikan cairnya anggaran untuk tambahan penerima BLT UMKM atau BPUM. "Saat ini sedang menunggu terbitnya DIPA dari Kemenkeu untuk 3 juta penerima dengan total biaya Rp3,6 Triliun," ujar Eddy saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 5 Fakta Penerima BLT UMKM Tak Tepat Sasaran, Kemenkop Ikuti Rekomendasi BPK

2. BLT UMKM Baru Masuk Tahap Dua

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Eddy Satriya mengatakan saat ini progres untuk BLT UMKM di 2021 baru masuk tahap dua. Sementara tahap pertama untuk 2021 sudah disalurkan ke bank penyalur sebelum lebaran. Diperkirakan dalam proses pencairan ke pelaku usaha mikro. "Jadi bagi UMKM yang sudah menerima, itu semua tahap 1 hingga sebelum lebaran lalu," kata Eddy.

3. BPK Audit Penyaluran BLT UMKM

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan informasi penerima BPUM atau BLT UMM yang tidak sesuai kriteria. Laporan tersebut pun segera ditindak lanjuti Kementerian Koperasi dan UKM.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenkopUKM) Arif Rahman mengatakan, rekomendasi temuan BPK per Maret 2021 sudah ditindaklanjuti oleh KemenkopUKM dan sudah dilakukan pengujian dapat diterima oleh Tim BPK.

Baca Juga: BLT UMKM Rp3,6 Triliun, Kapan Cair?

Sejumlah langkah penyelesaian dilakukan apabila ditemukan penerima tidak sesuai kriteria dan dana belum dicairkan maka dilakukan pemblokiran dana oleh bank penyalur.

“Telah dilakukan penyetoran sesuai rekomendasi BPK dan telah dilakukan pengujian terhadap dana yang disetorkan ke kas negara. Semua tindak lanjut yang kami lakukan tersebut di atas sudah dinilai sesuai oleh BPK dan Laporan Keuangan Kemenkop UKM mendapatkan opini WTP,” sebut Arif.

Menurutnya, ada beberapa faktor ketidaktepatan penerima BPUM sesuai kriteria, antara lain, belum adanya satu data atau database tunggal terkait dengan UMKM dan waktu pendataan dan penyaluran yang sangat terbatas sebagai dampak adanya pendemi Covid 19 sehingga dibutuhkan kecepatan penyaluran kepada UMKM yang terkena dampak.

“Oleh sebab itu, verifikasi atau pengecekan data terus menerus dilakukan,” tegas Arif.

4. Pelaku UMKM Sudah Memanfaatkan Dana BLT UMKM

BLT UMKM Tahap II sudah dicairkan sejak pekan lalu. Adapun besaran yang diterima UMKM Rp1,2 juta.

"Sudah cair bulan ini, sejak dua Minggu lalu. Jumlahnya Rp1,2 Juta," ujar Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bantuan tersebut untuk pelaku usaha segmen ultra mikro. Karena itu, dirinya tidak menikmati dana tersebut.

"Pasti UMKM sudah dapat. Kalau saya pribadi tidak berhak. Karena itu khusus pelaku usaha Ultra Mikro saja," lanjutnya.

5. Banyak Penerima BLT yang Diam

Menurut Ketua DPD Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Sumatera Selatan Masayu Lela, para penerima BLT UMKM sengaja diam bila sudah menerima dana bantuan. Hal ini dicurigainya karena banyak yang memanfaatkan kisruh data ganda sehingga terjadi beberapa kali penyaluran.

"Harusnya langsung bicara bila sudah menerima dana bantuan UMKM. Tapi biasanya hanya bicara kalau belum terima. Tapi kalau sudah cair, langsung pada diam. Ini semakin berisiko karena juga ada data ganda," ujar Masayu saat dihubungi Okezone.

Dia sendiri mengkonfirmasi bantuan UMKM dari Kemenkop UKM sudah cair di wilayah Sumatera Selatan. Sebagian besar diterima oleh pelaku UMKM di kota Palembang. Sementara di daerah lainnya masih ada yang belum menerima seperti di Musi Banyuasin.

6. Data BLT UMKM Tumpang Tindih

Bantuan UMKM dari Kemenkop UKM atau BLT UMKM sudah cair di wilayah Sumatera Selatan. Sebagian besar diterima oleh pelaku UMKM di kota Palembang.

Sementara di daerah lainnya masih ada yang belum menerima seperti di Musi Banyuasin. Hal ini diungkapkan Ketua DPD AKUMINDO Sumatera Selatan Masayu Lela.

"Betul sebagian anggota kami di wilayah Palembang sudah mendapatkan bantuan BPUM. Tapi sebagian lain masih ada juga yang belum dapat," ujar Lela saat dihubungi Okezone.

Namun dirinya juga mengkritisi proses pencairan BPUM ini yang masih bermasalah di lapangan. Salah satunya adalah tumpang tindih data yang mengajukan bantuan antara pihak pengusul dari Asosiasi, RT, Kelurahan, hingga Kades.

"Pengusulan sebaiknya cukup dari Dinas Koperasi UKM melalui pihak asosiasi yang memiliki legalitas jelas. Pihak asosiasi yang bertanggung jawab atas seluruh data anggota UMKM di Sumsel," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini