Indeks Dolar Naik, Investor Menanti Data Pekerjaan AS

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 278 2432378 indeks-dolar-naik-investor-menanti-data-pekerjaan-as-FzFkoqbTQ3.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS berakhir menguat pada perdagangan Senin, di mana para investor menunggu laporan terkait data tenaga kerja AS yang akan diumumkan pada hari Jumat. Data tersebut dinilai akan menentukan jalur kebijakan moneter Federal Reserve.

Departemen Tenaga Kerja AS diperkirakan akan mencatat kenaikan 690.000 pekerjaan pada Juni atau meningkat dibandingkan bulan sebelum sebanyak 559.000 pekerja.

Sedangkan tingkat pengangguran diprediksi sebesar 5,7% atau turun dari bulan sebelum sebesar 5,8%.

Baca Juga: Dolar AS Rebound di Tengah Perdebatan The Fed soal Inflasi

Menurut Kepala Strategi Pasar Cambridge Global Payments, Karl Schamotta, dolar telah berada di jalur penguatan sejak hasil kebijakan Bnk Sentral AS awal bulan ini. Adapun mayoritas pembuat kebijakan Fed memperkirakan setidaknya dua perempat poin persentase kenaikan suku bunga pada akhir 2023.

"Potensi kejutan naik (dalam data pekerjaan AS) yang menarik pengurangan moneter dan pengetatan ekspektasi ke depan menjulang semakin besar bagi investor. Angka yang jauh di atas angka 700.000 benar-benar bisa membuat dolar terus berjalan," ujarnya, dilansir dari Reuters, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Dolar Semakin Lesu Usai The Fed Tahan Kenaikan Suku Bunga

Pada perdagangan sore, indeks dolar naik 0,1% menjadi 91,897. Euro turun 0,1% pada level USD1,1923, sementara pengukur volatilitas tersirat euro-dolar dengan jatuh tempo satu tahun mendekati level terendah sejak Maret 2020.

Terhadap yen, dolar turun 0,2% pada 110,57. Kemudian Dolar Australia turun 0,35% menjadi USD0,7565, sementara dolar Selandia Baru turun 0,4% menjadi USD0,7042.

Menurut Ahli Strategi slSenior FX Rabobank, Jane Foley mengatakan, bagaimanapun laporan ketenagakerjaan AS pada Juni dapat menjadi sentimen mengurangi pembicaraan tentang risiko inflasi di AS karena pasar memahami bahwa pasokan tenaga kerja telah menahan pertumbuhan pekerjaan.

"Ini bisa berarti bahwa dolar AS pulih dengan cepat pada setiap aksi jual pasca-penggajian, dan bahwa atas dasar risiko-hadiah mungkin tidak membayar dolar AS pendek ke dalam rilis (data)," ujarnya.

Sementara itu, investor juga melihat data kepercayaan konsumen AS pada hari Selasa serta indeks manufaktur Institute for Supply Management pada hari Kamis untuk petunjuk ke mana arah suku bunga.

Di sisi lain, dalam cryptocurrency, bitcoin turun 0,9% pada level USD34.388. Itu menunjukkan sedikit reaksi terhadap regulator keuangan Inggris yang mengatakan bahwa Binance, salah satu pertukaran crypto terbesar di dunia tidak dapat melakukan aktivitas yang diatur. Hal ini juga mengeluarkan peringatan kepada konsumen tentang platform tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini