Mimpi Jokowi: Indonesia Kuasai 40% Ekonomi Digital Asean

Antara, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 320 2432622 mimpi-jokowi-indonesia-kuasai-40-ekonomi-digital-asean-4zL3NfZ8yh.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Dia juga menargetkan kontribusi ekonomi digital dapat melejit dari 4% produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini menjadi hingga 18% PDB pada 2030.

"Kita harus berlari lebih cepat lagi, sehingga tahun 2025 kita bisa kuasai sekitar 40% dari total potensi ekonomi digital ASEAN dan di 2030 ekonomi digital Indonesia bisa berkontribusi 18% dari PDB Indonesia," kata Presiden Jokowi dilansir dari Antara, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: UMKM Ditantang Bikin Produk Unggulan Ikuti Tren Masyarakat Dunia

Pertumbuhan ekonomi digital, kata Presiden, juga harus didukung dengan terus mengembangkan semangat usaha di industri teknologi digital.

Semangat berusaha ini perlu dilandasi dengan upaya menemukan solusi inovatif untuk bertumbuh di era disrupsi digital seperti yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Mendag Sebut Ekonomi Digital Perbaiki Pertumbuhan Indonesia

Presiden mengharapkan kehadiran Tadex atau Tanah Air Digital Exchange yang merupakan platform program periklanan, dapat menjadi momentum penting untuk melahirkan lompatan-lompatan baru dan menciptakan ekosistem digital yang lebih baik.

Hal itu agar dapat menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

"Saya yakin Tadex berikan angin segar karena menawarkan modal bisnis periklanan digital yang berkelanjutan, membuka peluang baru yang bermanfaat bagi advertiser, publisher, marketer dan pemangku kepentingan lain," ujarnya.

Presiden menyambut baik platform Tadex yang merupakan hasil kolaborasi Dewan Pers, Taskforce Media Sustainability dan Telkomgroup.

Menurut Presiden, Tadex adalah inovasi teknologi bagi industri media, khususnya periklanan.

"Karya anak bangsa harus didukung dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif," ujarnya.

Saat ini, berdasarkan perhitungan pada 2020, PDB Indonesia mencapai Rp15.400 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi ekonomi digital baru empat%% dari PDB.

Pada 2030, pemerintah memproyeksikan PDB bisa mencapai Rp24.000 triliun, dengan kontribusi ekonomi digital sebesar 18,87%.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebelumnya memaparkan perdagangan daring (e-commerce) akan memiliki peran yang dominan terhadap ekonomi digital yakni sekitar 34% atau setara Rp1900 triliun.

Kemudian, juga B2B business dengan besaran 13% atau setara Rp763 tirilun, dan kontribusi health technology menjadi Rp471,6 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini