Kabar PPKM Darurat, Pengusaha Ritel Minta Mal Tetap Dibuka

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 320 2432672 kabar-ppkm-darurat-pengusaha-ritel-minta-mal-tetap-dibuka-EhyouYrkD4.jpg Ritel Minta Izin Tetap Buka Seandainya PPKM Darurat Diterapkan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey berharap tetap diizinkan buka saat kebijakan PPKM Darurat diberlakukan.

Ritel ingin pemerintah tetap mengizinkan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 20.00 guna melayani masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok secara online.

Baca Juga: 4 Fakta Seluruh Giant Bakal Ditutup, Nomor 3 Angin Segar bagi Korban PHK

“Jika PPKM Darurat ini terlaksana, khususnya untuk sektor kebutuhan pokok baik itu ritel di dalam mal maupun ritel yang berdiri sendiri, kami berharap untuk diperkenankan tetap buka dengan pembatasan jam guna membatasi orang yang datang. Tetapi untuk pengiriman barang, harus tetap berjalan sampai pukul 8 malam,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (29/6/2021).

Dalam hal ini Roy mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan kasus Covid-19 yang sudah melonjak cukup tajam. Hanya saja, pihaknya mengusulkan supaya pemerintah mengizinkan pusat perbelanjaan tetap buka dengan pembagian jam dan mekanisme yang berbeda.

Baca Juga: Viral Video Tutupnya Gerai Hero di Mal Ciputra

Dia mencontohkan, mekanisme yang dapat diterapkan dengan pembagian waktu dimulai jam pusat perbelanjaan dibuka sampai dengan pukul 6 sore pengunjung mall diperbolehkan melakukan aktivitas berbelanja, namun pada pukul 7 hingga 8 malam, ritel hanya melayani kebutuhan masyarakat secara online.

“Jadi kedatangan pengunjung dibatasi, tapi toko kebutuhan pokok harus tetap buka untuk melayani pemesanan melalui aplikasi, delivery maupun lewat pengiriman barang,”ucap Roy.

Roy menegaskan, jangan sampai pusat perbelanjaan secara serta merta ditutup kemudian akhirnya kebutuhan pokok masyarakat jadi terbengkalai. Sebab menurutnya, hal itu akan menimbulkan keresahan dalam mendapatkan kebutuhan pokok.

“Ini masalah kebutuhan hidup seseorang seperti makan, minum dan lain sebagainya. Kalau ini tidak dipikirkan, nanti akan muncul krisis baru lagi,” ungkapnya.

Dia menerangkan permohonan perizinan dibukanya sektor ritel ini lantaran banyak produk-produk UMKM yang masih tersimpan. Jika produk-produk tersebut tidak terjual, akan menumpuk dan menjadi sia-sia bahkan penjual mengalami kerugian.

“Produk-produk UMKM ini akan rusak dan akhirnya tidak bisa dijual belikan. Hal ini bisa buat para pelaku UMKM kita terpuruk,”tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini