Mal Bakal Tutup Pukul 17.00, Pengusaha: Dunia Usaha Kembali Terpuruk

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 320 2432696 mal-bakal-tutup-pukul-17-00-pengusaha-dunia-usaha-kembali-terpuruk-MrcQdYOhDY.jpg Mall. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTAMal dan pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi hingga pukul 17.00 WIB. Hal ini mengikuti aturan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro yang direvisi.

Baca Juga: 100 Gerai Matahari Terdampak Pengurangan Jam Operasional Mal

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, pembatasan tidak akan efektif jika hanya diterapkan terhadap fasilitas yang telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin.

“Pembatasan tidak akan efektif jika hanya diberlakukan terhadap fasilitas-fasilitas yang selama ini memiliki kemampuan dan telah dapat menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat, disiplin, dan konsisten seperti pusat perbelanjaan,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Mal Dibatasi Sampai Pukul 17.00, Pengusaha Angkat Bicara

Menurut dia, saat ini penyebaran telah terjadi di lingkungan dan komunitas yang lebih kecil. Sehingga, pembatasan harus dilakukan dengan berbasis mikro.

“Saat ini penyebaran telah terjadi di lingkungan dan komunitas yang lebih kecil. Sehingga, pembatasannya harus dengan berbasis mikro dan melakukan penegakan sampai dengan tingkat paling kecil di lingkungan dan komunitas kehidupan masyarakat,” tutur Alphonzus.

Lanjut dia, rencana keputusan tersebut tentu akan memberikan dampak besar terhadap dunia usaha. Sehingga, dikhawatirkan dunia usaha akan kembali terpuruk.

“Sudah hampir dapat dipastikan bahwa rencana keputusan tersebut akan berdampak besar terhadap gerak perekonomian, dunia usaha akan kembali terpukul dan kembali terpuruk. Jangan sampai pengorbanan besar di bidang ekonomi menjadi sia-sia akibat kebijakan yang diputuskan tidak efektif untuk mengurangi jumlah kasus positif Covid-19,” ucap dia.

Sementara itu, Alphonzus menegaskan, pihaknya akan mendukung setiap ketentuan yang telah ditetapkan jika memang efektif menekan lonjakan kasus positif Covid-19.

“Oleh karenanya, pusat perbelanjaan mengimbau agar rencana keputusan tersebut dipertimbangkan kembali secara mendalam. Apakah memang benar-benar efektif untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 yang sedang melonjak saat ini,” tegas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini