Wall Street Menguat Didorong Saham Energi

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 278 2434227 wall-street-menguat-didorong-saham-energi-wsbff0npvp.jpeg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

 JAKARTAWall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Bursa saham AS menguat didukung oleh kekuatan keseluruhan di sektor energi.

Dow Jones Industrial Average naik 131,02 poin, atau 0,38%, menjadi 34.633,53. S&P 500 naik 22,44 poin atau 0,52% menjadi 4.319,94. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 18,42 poin atau 0,13% menjadi 14.522,38, dilansir dari Xinhua, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga: Wall Street Bergerak 2 Arah, Dow Jones Naik 210 Poin

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna hijau, dengan energi naik 1,72%, memimpin kenaikan. Bahan pokok konsumen tergelincir 0,28%, satu-satunya kelompok yang menurun.

Perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas menurut beratnya di indeks S&P AS yang terdaftar di China 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.

Baca Juga: Wall Street Menguat Tipis, Investor Cerna Data Ekonomi

Reaksi pasar di atas muncul karena data menunjukkan pengajuan awal untuk asuransi pengangguran di Amerika Serikat jatuh ke level terendah baru di era pandemi pekan lalu.

Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 364.000 dalam pekan yang berakhir 26 Juni, turun 51.000 dari level revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim awal untuk pengangguran mencapai 390.000 minggu lalu.

Angka-angka tersebut muncul sehari sebelum laporan situasi ketenagakerjaan AS bulan Juni yang sangat dinanti-nantikan yang akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja, yang akan mencakup data ketenagakerjaan dari sektor swasta dan pemerintah.

Di sisi data lain, PMI Manufaktur AS (Indeks Manajer Pembelian) turun menjadi 60,6% pada Juni dari pembacaan Mei di 61,2%, menurut Institute for Supply Management. Itu sedikit di bawah perkiraan Wall Street.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini