Share

Dapat Proyek Tol hingga Bandara, PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp2,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 278 2437471 dapat-proyek-tol-hingga-bandara-pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp2-8-triliun-IkgTZ0TIHa.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan perolehan kontrak baru mencapai Rp2,8 triliun di semester I 2021. Jumlah ini setara dengan 76% dari total target kontrak baru hingga akhir 2021 yaitu Rp3,7 triliun.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar menjelaskan, penambahan kontrak baru tersebut didapat dari proyek pembangunan Tol Cinere Jagorawi Seksi 3 senilai Rp1,1 triliun, pelebaran taxiway dan perpanjangan runway Bandara Sentani sebesar Rp72 miliar dan suplai beton Cisumdawu sebesar Rp41 miliar.

Baca Juga: PP Presisi Incar 3 Kontrak Baru dari Jasa Tambang Nikel

“Serta proyek baru yang didapatkan perseroan melalui anak usaha perseroan yakni PT LMA antara lain pembangunan Kawasan Industri Batuta Phase 2 senilai Rp533,9 miliar dan pekerjaan rock excavation Bandara Dhoho Kediri senilai Rp21,7 miliar,” jelasnya.

Rully menambahkan, secara komposisi per lini bisnis, 69% kontribusi perolehan kontrak baru tersebut masih didominasi oleh lini bisnis civil work, 23% dari lini mining services, 6% dari lini production plant dan sisanya dari structure work maupun rental heavy equipment.

Baca Juga: PP Presisi Bagi-Bagi Dividen Rp11,7 Miliar

“Sebanyak 71% dari total kontrak baru tersebut diperoleh perseroan dari pasar nongroup berkat competitiveness PP Presisi yang meningkat melalui jangkauan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Komposisi perolehan kontrak baru tersebut, sejalan dengan strategi yang dijalankan oleh Perseroan tahun 2021 yakni meningkatkan pertumbuhan kontrak baru dan meningkatkan pertumbuhan profit serta memperbaiki cash flow. Lebih lanjut, Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah menuturkan, untuk mencapai target tersebut, perseroan mengembangkan pasar di luar grup/holding dengan menaikkan positioning dari subcontractor menjadi main contractor.

“Serta melakukan diversifikasi pada jasa pertambangan dengan sistem kontrak kerja jangka panjang sehingga dapat memberikan pendapatan yang stabil untuk jangka waktu panjang serta memperkuat pertumbuhan laba perseroan,” tambah Darwis.

Dengan didapatnya 76% kontrak baru hingga kuartal kedua 2021 ini, Darwis optimistis target akhir tahun dapat terkejar bahkan melebihi, mengingat prospek pasar yang ada terutama untuk jasa pertambangan hingga akhir 2021.

“Selain itu, pada kuartal berikutnya kami dapat fokus untuk mengoptimalkan burn out dari pemasaran yang telah diperoleh dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan”, kata Darwis.

Adapun sebelumnya, PP Presisi juga menargetkan tambahan tiga kontrak baru dari jasa tambang nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera hingga akhir tahun. Nilai kontrak baru ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun. Dalam tiga tahun ke depan, segmen jasa pertambangan ditargetkan berkontribusi sebesar 30-45% terhadap total pendapatan. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memanfaatkan sumber daya dan aset lebih optimal. Penguatan kontrak baru segmen jasa pertambangan, khususnya segmen tambang nikel, juga bertujuan untuk menstabilkan pendapatan perseroan ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini