5 Tol Waskita Segera Dijual ke Investor Asing dan Domestik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 320 2437732 5-tol-waskita-segera-dijual-ke-investor-asing-dan-domestik-e61p92Osz2.jpg Jalan Tol Waskita. (Foto: Okezone.com/Waskita)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan divestasi enam ruas tol dan akan berakhir pada awal 2022. Skema pelepasan saham dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, Waskita melepaskan saham tiga ruas tol. Jika sukses, manajemen kembali melakukan divestasi pada tiga ruas tolnya berikutnya 

Dalam arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, divestasi awal untuk ruas tol Semarang-Batang, ruas Tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi (MKTT), Dan ruas tol Cinere-Serpong.

Baca Juga: Waskita Toll Road Lepas 40% Saham di Tol Semarang-Batang

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, saat ini manajemen sedang memproses hal tersebut. Setidaknya, sudah ada lima ruas tol yang dialihkan kepada investor asing dan domestik.

Meski demikian, Tiko enggan membeberkan aset negara mana saja yang sudah dilepaskan.

Secara agregat, ada 18 ruas jalan tol yang dikerjakan Waskita, di mana, lima ruas berasal dari internal perusahaan sendiri dan 13 lainnya diambil alih dari swasta.

Baca Juga: Waskita Realty Rombak Direksi dan Komisaris, Berikut Susunan Terbarunya

"Saat ini sedang divestasi ruas tol yang selesai di awal tahun, Waskita ada 18 ruas dikerjakan, lima ruas dari mereka sendiri dan 13 diambil alih swasta. Saat ini 5 ruas dijual investor asing dan domestik," ujar Kartika, Kamis (8/7/2021).

Pemegang saham optimis jika pelepasan saham enam tol tersebut mampu restrukturisasi utang perusahaan yang mencapai Rp90 triliun. Meski begitu, Tiko enggan menyebut berapa pengurangan utang Waskita usai divestasi.

"Apabila sudah divestasi maka utang Waskita Rp90 triliun akan turun setengahnya, ini jadi penting untuk mengubah Waskita," kata dia.

Meski aksi korporasi itu diyakini dapat membantu beban utang emiten, pemegang saham menilai, bantuan pendanaan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) perlu dilakukan pemerintah terhadap BUMN Sektor konstruksi itu. "Kita butuh PMN menyelesaikan proyek tol lain yang di-pipeline," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini