Ekonomi Bertahan di Tengah Covid-19, Teten: Dibutuhkan Sense of Crisis

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 320 2438139 ekonomi-bertahan-di-tengah-covid-19-teten-dibutuhkan-sense-of-crisis-v4yh6YkAJF.jpg Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pihaknya melakukan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan, Stafsus Presiden, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Hippindo untuk menggelar vaksinasi bagi UMKM, karyawan pusat perbelanjaan, masyarakat disabilitas, dan anak usia 12-17 tahun.

Target vaksinasi bersama Hippindo sebesar 500 ribu akan dilaksanakan di provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

"Hingga hari ini, sentra vaksinasi di SMESCO yang dibuka pada 7 Juni 2021 lalu telah memvaksinasi lebih dari 70 ribu UMKM dan masyarakat umum," ujar Teten dalam konferensi pers virtual "Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas-Sentra Vaksinasi Hippindo KemenKop UKM" di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga: PPKM Darurat, Mobilitas Angkutan Logistik Naik 15%

Dia menyebutkan, pada hari ini, ditargetkan 500 masyarakat disabilitas akan divaksin, yang tervalidasi sebesar 114 peserta. Akselerasi vaksinasi masyarakat secara umum, lanjut Teten, menjadi krusial sampai target vaksinasi nasional sebesar 181 juta penduduk tercapai.

"Ini kita harapkan bisa terealisasi akhir tahun ini. Saya kira kolaborasi ini merupakan kerjasama yang sangat penting, sejalan dengan hasil lembaga riset dunia, seperti IMF, OECD, dan World Bank, bahwa ekonomi global akan kembali pulih di angka 4,2-5,2% di tahun 2021 dengan asumsi penularan Covid-19 dapat dicegah melalui vaksin yang mendorong kenaikan mobilitas sehingga konsumsi rumah tangga membaik," papar Teten.

Terlebih, untuk kasus Indonesia, sebelum pandemi menerpa, ekonomi digerakkan oleh 53% konsumsi rumah tangga. "Untuk dapat bertahan dalam situasi ekonomi di masa pandemi sekarang, dibutuhkan sense of crisis dalam menyikapi perkembangan yang terjadi," tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2021, perdagangan besar dan eceran bukan mobil dan motor pada kuartal I 2021 mengalami kontraksi atau -0,24%, didorong oleh tutupnya sejumlah gerai-gerai ritel.

Baca Juga: Aturan WFO-WFH Direvisi, Ini Rincian Pengaturan Sektor Kritikal hingga Esensial

"Angka penyebaran Covid-19 kembali meningkat pada Juni 2021 sehingga diperlukan pemberlakuan PPKM darurat untuk menekan laju penyebaran, yang saya kira kita sudah terapkan. Narasi optimis tetap harus kita jaga, karena survei Mandiri Institute terkait ekonomi kuartal II 2021 menginformasikan bahwa kondisi UMKM nasional sudah mengalami perbaikan signifikan," terangnya.

Dia menambahkan 85% responden UMKM menjawab kondisi sudah mulai berjalan normal di awal kuartal II 2021. Tercatat 22% UMKM yang sebelumnya berhenti beroperasi, kembali beroperasi pada Maret 2021.

"Saya kira ini berita positif, dan mudah-mudahan dengan melonjaknya Covid-19 di awal Juni ini tidak segera menurunkan kegiatan perekonomian," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini