Hari Belanja Diskon Diharapkan Jadi Kebangkitan Sektor Ritel

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 320 2438159 hari-belanja-diskon-diharapkan-jadi-kebangkitan-sektor-ritel-WYyvtjUN8z.jpg Sektor Ritel (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyebut adanya Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang digagas Hippindo beserta para mitra dan stakeholder bisa bangkitkan industri pariwisata dan ritel Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

"HBDI diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri pariwisata dan ritel Indonesia seiring dengan berjalannya vaksinasi," ujar Teten dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Dia menyebutkan, dirinya juga berterima kasih kepada Kementerian Perdagangan yang telah mengawal para UMKM lokal dan peritel untuk mengoptimalkan seluruhnya perdagangan melalui sistem elektronik, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang konsisten terus berinovasi dalam memajukan pelaku usaha di bidang parekraf.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pengusaha Minta Ritel di Mal Tutup Jam 8 Malam

"Saya kira penyelenggaraan HBDI di sepanjang bulan Agustus bertepatan dengan momen perayaan hari UMKM Nasional pada tanggal 12 Agustus dan juga hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang," tambah Teten.

Data statistik menunjukkan bahwa jumlah peritel dan pusat perbelanjaan yang berpartisipasi di HBDI dari tahun ke tahun terus meningkat. Dalam 4 tahun terakhir, jumlah peritel yang ikut serta tumbuh hampir 2 kali lipat.

"Tahun lalu ada 375 pusat perbelanjaan di 91 kota, ini luar biasa. Ini satu poin yang baik, harapannya bisa memberikan dampak positif khususnya dari segi transaksi yang meningkat bagi peritel Indonesia," ungkap Teten.

Baca Juga: 3 Fakta Ancaman PHK Buruh Ritel, Lotte Ikut Tergonjang-ganjing

Pada tahun 2019, tercatat nilai transaksinya mencapai Rp20 triliun, dan di 2020 naik menjadi Rp22,9 triliun. "Harapan kita, HBDI bisa menjadi lokomotif transformasi digital UMKM, terutama UMKM unggulan dan membuka akses UMKM ke rantai pasok industri besar," imbuhnya.

Bagi UMKM, transformasi digital memungkinkan mereka mengakses pasar yang lebih luas, membenahi proses bisnis menjadi lebih efisien, tata kelola usaha dan SDM yang lebih teratur, dan akses ke pembiayaan.

"Karena itu, transformasi digital UMKM ini kami akselerasi. Setahun lalu, hasil kerjasama pemerintah dan banyak pihak berhasil memasukkan 6,2 juta UMKM ke dalam ekosistem digital. Hari ini, sudah ada 13,7 juta pelaku UMKM atau 21% dari total pelaku UMKM yang sudah terhubung atau onboarding digital," tambah Teten.

Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menargetkan 30 juta UMKM sudah terhubung digital di tahun 2024. "HBDI diharapkan bisa ikut mengakselerasi transformasi digital para pelaku UMKM," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini