Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Ancaman PHK Pekerja Mal Akibat PPKM Darurat

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 10 Juli 2021 |05:10 WIB
Fakta Ancaman PHK Pekerja Mal Akibat PPKM Darurat
PPKM Darurat (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan, kondisi keuangan selama PPKM darurat akan membuat defisit keuangan. Sebab, banyak gerai ritel tidak beroperasi saat mal ditutup.

"Kondisi keuangan pusat perbelanjaan sudah dapat dipastikan akan mengalami defisit selama pemberlakuan PPKM Darurat. Hal itu disebabkan dari sisi penerimaan akan berkurang lantaran harus banyak memberikan bantuan kepada para penyewa (tenant) di dalam mal,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran relatif tidak berkurang sebab tetap harus membayar berbagai biaya kewajiban meskipun Pusat Perbelanjaan tidak beroperasi.

Baca Juga: PPKM Darurat, Menaker Ingatkan Pengusaha Jangan PHK Pekerja

Berikut fakta ancaman PHK pekerja Mal akibat PPKM Darurat yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (10/7/2021):

1. Pajak Retribusi Tidak Berkurang 

Dia menyebutkan, biaya wajib tersebut antara lain seperti gaji atau upah pegawai, listrik, gas, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Reklame dan sebagainya.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pengusaha Minta Ritel di Mal Tutup Jam 8 Malam

“Berbagai biaya dan retribusi/pajak jumlahnya tidak berkurang meski pusat perbelanjaan tidak beroperasional (tutup),” jelas dia.

2. Pengeluaran Perusahaan Membengkak

Alphonzus menyampaikan apabila penerapan PPKM darurat nantinya diperpanjang, maka pengeluaran perusahaan akan membengkak karena tidak diimbangi dengan pendapatan.

Sehingga jika hal itu terjadi, maka mengharuskan pengelola Pusat Perbelanjaan mengambil jalan alternatif guna menyelamatkan kondisi perusahaan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement