Terungkap Alasan Vaksin Covid-19 Berbayar di Klinik Kimia Farma

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 320 2438974 terungkap-alasan-vaksin-covid-19-berbayar-di-klinik-kimia-farma-nxbcKCDc23.jpg Kimia Farma Fasilitas Vaksin Gotong Royong. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) Tbk membeberkan alasan pemerintah menunjuk PT Kimia Farma Tbk, melaksanakan program vaksinasi gotong royong individu. Salah satu pertimbangannya, fasilitas kesehatan (faskes) yang dimiliki emiten Holding BUMN Farmasi tersebut.

Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut, Kimia Farma secara faskes dinilai siap untuk membantu menjalankan vaksinasi gotong royong individu. Di mana, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui klinik emiten di sejumlah daerah.

Untuk tahap awal, manajemen baru menyediakan delapan klinik di Pulau Jawa dan Bali. "Kebetulan saja fasilitas Kimia Farma yang sudah siap untuk membantu program vaksinasi ini," ujar Bambang dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/7/2021).

Baca Juga: Pakai Sinopharm, Kimia Farma: Vaksin Gotong Royong Tidak Boleh Sama dengan Program Pemerintah

Vaksinasi gotong royong untuk individu merupakan program vaksinasi gotong royong yang diperluas melalui Permenkes Nomor Nomor 19 Tahun 2021. Jika, sebelumnya fasilitator atau pelaksanaan vaksinasi gotong royong dilaksanakan oleh perusahaan berbadan hukum atau badan usaha (BUMN) yang difokuskan untuk karyawan dan keluarganya.

Maka, per Senin 12 Juli 2021 esok hari, pemerintah memperluas pelayanan vaksinasi gotong royong melalui klinik milik PT Kimia Farma Tbk, yang difokuskan kepada masyarakat secara individu. Bahkan, pemerintah membuka ruang bagi perusahaan swasta untuk ambil bagian untuk mensukseskan program tersebut.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Berbayar Tidak Diperjualbelikan Secara Bebas dan Bukan Booster

Peran swasta dalam vaksinasi gotong royong individu tidak lagi difokuskan hanya pada karyawan dan keluarga karyawan saja, namun diperluas kepada masyarakat umum. Meski begitu, pelayanan herd immunity ini tidak diberikan secara gratis alias berbayar.

Meski begitu, Bio Farma selaku pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 belum menetapkan skema harga untuk perusahaan swasta.

Untuk syarat lain, kata Bambang, korporasi harus memiliki faskes yang dinilai layak atau memadai. Adapun faskes yang dimaksud adalah cool room, vaksinator, izin dari Kemenkes, dan sejumlah prosedur pelayanannya.

 Untuk memperoleh akses tersebut, manajemen perusahaan harus mengajukan kepada Bio Farma. Dalam prosesnya, Holding BUMN Farmasi akan melakukan pengkajian ulang.

"Jadi fasilitas kesehatan yang swasta juga boleh, asal memenuhi persyaratan, sepanjang dia tidak menjalankan program vaksinasi pemerintah. Jadi tidak ada hal yang khusus," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini