Saham Tesla Bikin Wall Street Naik ke Rekor Tertinggi

Antara, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 278 2439710 saham-tesla-bikin-wall-street-naik-ke-rekor-tertinggi-3dpER3qQWd.jpg Wall Street ditutup ke level tertinggi berkat saham Tesla (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup pada level tertinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS terangkat oleh saham Tesla dan perbankan ketika para investor mengamati awal musim laporan keuangan kuartal kedua dan sejumlah data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 126,02 poin atau 0,36%, menjadi menetap di 34.996,18 poin. Indeks S&P 500 bertambah 15,08 poin atau 0,35%, menjadi berakhir di 4.384,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 31,32 poin atau 0,21%. menjadi 14.733,24 poin. Ketiganya ditutup pada level tertinggi yang pernah ada.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Indeks Dow Jones Cs Kompak Catat Rekor

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona hijau, dengan sektor jasa keuangan dan komunikasi masing-masing menguat 0,96% dan 0,9%, memimpin kenaikan. Namun, kelompok konsumen dan kelompok energi mengalami kesulitan.

Saham Tesla melonjak lebih dari 4,0% dan merupakan kontributor utama untuk keuntungan di S&P 500 dan Nasdaq. CEO Elon Musk bersikeras di pengadilan bahwa dia tidak mengendalikan Tesla dan dia mengatakan dia tidak menikmati menjadi kepala eksekutif perusahaan kendaraan listrik itu saat dia mengambil sikap untuk mempertahankan akuisisi SolarCity pada 2016.

Baca Juga: Wall Street Melemah Imbas Ketidakpastian Pemulihan Ekonomi AS

Indeks bank S&P 500 naik 1,3% menjelang laporan laba kuartalan minggu ini dari bank-bank besar, termasuk Goldman Sachs dan JPMorgan pada Selasa waktu setempat. JPMorgan Chase naik lebih dari 1,0% dan Goldman Sachs reli lebih dari 2,0%, memicu kenaikan Dow.

Investor akan mengamati dengan cermat laporan kuartalan untuk petunjuk awal tentang berapa lama pemulihan ekonomi AS dapat berlangsung, dengan laba per saham kuartal Juni untuk perusahaan S&P 500 diperkirakan akan naik 66%, menurut data IBES dari Refinitiv.

S&P 500 telah reli sekitar 17% sepanjang tahun ini, dengan beberapa investor mempertanyakan berapa lama reli Wall Street dapat bertahan dan khawatir tentang potensi penurunan.

“Musim (laporan) laba akan disambut dengan hangat sebagai kesempatan untuk mengonfirmasi bias yang ada,” kata Mike Zigmont, kepala perdagangan dan penelitian di Harvest Volatility Management di New York. “Sekalipun jika perkiraan tidak secerah yang diharapkan sebagian besar bullish, itu semua akan dirasionalisasikan.”

Fokus minggu ini juga akan pada serangkaian laporan ekonomi, termasuk data inflasi utama AS dan penjualan ritel. Selain itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan muncul di hadapan Kongres pada Rabu (14/7/2021) dan Kamis (15/7/2021) untuk pandangan tentang inflasi.

Investor telah khawatir tentang inflasi yang lebih tinggi dan penyebaran varian virus corona Delta dalam beberapa sesi terakhir, dengan para pedagang terombang-ambing antara preferensi untuk saham-saham bernilai ekonomi dan saham-saham pertumbuhan teknologi ternama.

Walt Disney melonjak lebih dari 4,0% ke level tertinggi dua bulan setelah perusahaan dan film superhero Marvel "Black Widow" menghasilkan 80 juta dolar AS di akhir pekan pertama. Dan perusahaan hiburan itu berencana menaikkan harga untuk layanan streaming ESPN Plus-nya.

Didi Global Inc turun anjlok 7,0% setelah mengonfirmasi badan siber China memberi tahu toko aplikasi untuk menghapus 25 aplikasi perusahaan transportasi daring dan mengatakan langkah itu dapat memengaruhi pendapatannya di wilayah tersebut.

Virgin Galactic Holdings terjun 17% setelah perusahaan pariwisata antariksa itu mengatakan akan menjual saham senilai hingga 500 juta dolar AS, sehari setelah perusahaan menyelesaikan uji terbang penuh kru pertama ke luar angkasa bersama pendiri miliarder Richard Branson di dalamnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini