Indonesia Turun Kelas Jadi Negara Menengah Bawah, Ekonom: Tidak Mengejutkan

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 320 2439859 indonesia-turun-kelas-jadi-negara-menengah-bawah-ekonom-tidak-mengejutkan-Nf3jsd0Jth.jpg Bank Dunia (Reuters)

JAKARTA - Bank Dunia telah menetapkan Indonesia ke negara kelas menengah bawah (lower middle income) per Juli 2021. Indonesia turun kelas diketahui memang karena pandemi Covid-19 dan kriteria Bank Dunia yang dirubah.

Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan memang sudah memprediksi sebelumnya bahwa Indonesia kembali turun kelas dari sebelumnya sudah menengah atas. Sangat disayangkan memang namun ini berkaitan dengan pengendalian pandemi di Indonesia.

"Tentunya ini sesuatu yang sangat disayangkan karena kita baru naik ke upper middle income terus ke bawah lagi turun kelas tapi sebetulnya dari perspektif kami ini suatu yang tidak mengejutkan," ujar Mohammad Faisal dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan agar Indonesia Naik Kelas Lagi

"Dalam artian sudah diprediksikan sebelumnya kalau kita ingat sekitar 2 tahun yang lalu kita baru dengar juga dari bank dunia kita baru naik kelas tapi sebetulnya pada saat itu kita kenaikannya masih marginal artinya kita masih berada lower middle dan upper middle," tambahnya.

Menurut Faisal, selain perubahan kriteria dari Bank Dunia, Indonesia turun kelas karena pandemi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi lamban.

Baca Juga: RI Turun Kelas, Kemenkeu Sebut Pemerintah Kerja Keras Tingkatkan Kesejahteraan

"Nah ketika di 2020 kita masuk pandemi sudah prediksikan pada saat itu bahwa pandemi ini akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi akan kontraksi dan ternyata memang terjadi lebih dari -2%," katanya.

Tak hanya pandemi, kata Faisal, penyebab Indonesia turun kelas memang ada jebaan middle income karena pertumbuhan ekonomi kita turun -2%.

"Kita berpotensi masuk jebakan middle income itu karena ekonomi kita minus, kita susah kembali tumbuh tinggi, kita perlu pertumbuhan diatas 8% untuk tidak terjebak dalam middle income tersebut," paparnya.

Faisal juga menyinggung karena pergerakan ekonomi kita relatif lamban untuk ukuran negara berkembang dengan potensi besar, dengan catatan untuk naik harus transformasi. "Catatan setelah pandemi ini kita lakukan transformasi ekonomi supaya kita tumbuh lebih tinggi," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini