PPKM Darurat Tak Ada Bantuan, Pengusaha Hotel Stres

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 320 2440324 ppkm-darurat-tak-ada-bantuan-pengusaha-hotel-stres-DoMmHFuO3J.jpg Pengusaha hotel kesulitan selama PPKM Darurat (Foto: Shutterstock)

Serupa Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Indra Setiyadi mengaku harus menanggung rugi begitu besar hingga puluhan juta rupiah per harinya sejak awal PPKM darurat diberlakukan.

"Kita terpaksa potong gaji karyawan 60 - 70 persen, kita siap rugi, tapi kita sangat berharap ada pembebasan pajak makanan minuman itu, supaya kita bisa jual tanpa pajak dan menggaraihkan penjualan," beber dia.

Di Kota Batu dampak pemberlakuan PPKM darurat justru kian parah, sektor wisata yang menjadi andalan matapencaharian masyarakat Kota Batu, membuat daerah ini begitu terdampak sekali.

Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi menuturkan, pelaku wisata perhotelan dianggap telah kembang - kempis usai dihantam hampir beberapa kali momen yang seharusnya bisa mendulang tamu.

"Sebenarnya ini sudah megap - megap (tersengal - sengal). Nggak banyak yang bisa disimpan. Ya satu - satunya jalan ya gaji karyawan tetap (dilakukan pemotongan), yang lain-lain (beban operasional) sudah bisa kita turunkan," jelasnya.

Dia pun mendesak adanya pengurangan pajak bagi sektor perhotelan yang juga terdampak adanya PPKM darurat. Apalagi sebelum pemberlakuan PPKM darurat, diakuinya okupansi yang masuk belum sepenuhnya kembali normal.

"Kalau kita sendiri untuk manajemen dibantu pengurangan pajak cukuplah, pajaknya gede banget, kita ini pekerja kreatif, kerja mandiri terbiasa, terpenting pajaknya dibebaskan Insya Allah jalanlah," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini