PPKM Darurat Gagalkan Panen Cuan Pengusaha Hotel di Libur Sekolah

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 320 2440414 ppkm-darurat-gagalkan-panen-cuan-pengusaha-hotel-di-libur-sekolah-i8p0iJLEHf.jpg Dampak PPKM Darurat pada Hotel. (Foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA BATU - Pelaku perhotelan seharusnya bisa mendapat cuan jika PPKM Darurat tidak diberlakukan. Pasalnya, penerapan PPKM Darurat dilakukan saat masa libur sekolah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengungkapkan, banyak dari para tamu hotel yang seharusnya telah memesan hotel, tapi terpaksa membatalkannya. Diakuinya, faktor utama dari pembatalan karena sebagian besar masyarakat terdampak penyekatan imbas PPKM Darurat.

Baca Juga: PPKM Darurat Tak Ada Bantuan, Pengusaha Hotel Stres

"Ada yang sebagian sudah cancel kami, itu bukan salah kita yang PPKM. Tapi meraka dari daerahnya enggak bisa keluar juga, jadi ambil amannya saja, karena hampir semua daerah zona merah, kemana-mana pun sama, kabupaten (Kabupaten Malang) zona merah akhirnya perpindahan sulit itu lumayan banyak," ucap Sujud saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Rabu pagi (14/7/2021).

Menurut Sujud, seharusnya di Juli ini adalah momen panen perhotelan di Kota Batu. Apalagi dalam masa liburan sekolah, Kota Batu kerap dipilih masyarakat untuk berlibur.

"Kerugiannya banyak, saya nggak bisa mendata. Juli itu libur sekolah, biasanya Juli masih bagus, Agustus baru turun," kata dia.

Baca Juga: Rumahkan Karyawan, Kisah Pengusaha Hotel Bertahan Hidup dari Celengan

Imbas PPKM darurat yang diberlakukan ini disebutkan Sujud, sektor perhotelan dan tempat wisata berada di titik terendah dibandingkan fase - fase sebelumnya. Bahkan diakuinya sektor perhotelan mulai berangsur-angsur bangkit semenjak usai Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 ini.

"Normalnya Juni Juli bagus libur sekolah, setelah PPKM (mikro) penyekatan luar biasa di Idul Fitri itu bagus, pertumbuhan bagus okupansi bagus, tapi kena PPKM (darurat) lagi, biasanya Juli itu normal cukup tinggi, Agustus baru turun," terangnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyatakan, tak ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mendongkrak okupansi perhotelan di tengah PPKM darurat. Salah satu upaya yang kini banyak dilakukan pelaku perhotelan yakni melakukan promo - promo dengan membanting harga agar masyarakat tertarik menginap di hotel.

"Di Malang dipastikan nggak ada yang menutup operasional, yang jelas buka tutup itu. Ditawari beberapa rumah sakit kerja sama untuk isolasi mandiri, tapi banyak yang menolak, karena takut, kalau sudah pulih juga nanti banyak dijauhi tamu," tutur Agoes.

Dirinya berharap agar keputusan PPKM darurat tidak diperpanjang lagi. Sebab bila ditambah akan kian berdampak dengan perekonomian berbagai sektor.

"Semoga PPKM darurat ini berhasil bisa berhasil sampai tanggal 20 saja. Jangan diperpanjanglah, kita sudah nggak kuat," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini