Sri Mulyani Sebut Aset Keuangan Syariah Stagnan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441019 sri-mulyani-sebut-aset-keuangan-syariah-stagnan-BcGCEhQcWR.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Ungkap Dampak Pandemi pada Keuangan Syariah.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai pandemi Covid-19 mempengaruhi perkembangan pasar modal. Hal ini karena ekonomi Indonesia mengalami dampak signifikan akibat pandemi.

"Global Islamic Economic Report 2020 mengungkapkan, terjadi stagnasi pada perkembangan aset keuangan syariah di tahun 2020," kata Sri Mulyani, dalam video virtual, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Rela Indonesia Hanya Jadi Pasar Produk Syariah Negara Lain

Dia merinci, aset sukuk korporasi dan reksa dana syariah pun masih rendah. Pada tanggal 25 Juni, posisi outstanding sukuk korporasi hanya mencapai Rp32,54 triliun dengan market share sebesar 7,44%

Begitu pula dengan reksa dana syariah yang nilai nominalnya Rp39,75 triliun dengan market share sekitar 7,28%.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Minta Konversi BPD ke Bank Syariah Dipercepat

"Tahun lalu semua negara mengalami kontraksi yang sangat dalam, Indonesia mengalami hal sama meskipun dengan seluruh kebijakan policy respons yang didesain untuk meminimalkan dampak yang luar biasa dari pandemi," katanya

APBN sebagai instrumen fiskal melakukan fungsi countercyclical dan stabilisasi bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) sebagai pengelola moneter dan OJK sebagai regulator sektor keuangan. Agar menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan meminimalkan dampak dari pandemi terhadap dunia usaha dan masyarakat.

"Pemulihan ekonomi suatu upaya bersama dari kondisi pandemi yang memang masuk terus berlangsung," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini