Luhut: Saya Ulangi, Tidak Boleh Ada Rakyat Kelaparan

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441020 luhut-saya-ulangi-tidak-boleh-ada-rakyat-kelaparan-QkL7MYRArZ.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bansos beras akan segera diberikan ke masyarakat (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)

JAKARTA - Pemerintah akan membagikan 11.212 ton beras untuk bantuan sosial (bansos) selama PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Bantuan beras merupakan perintah presiden. Selain bantuan sosial yang dilayani Kementerian Sosial, TNI Polri juga bergerak menyalurkan bantuan untuk masyarakat kelas bawah.

"Tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Saya ulangi, tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Itu perintah dan kami laksanakan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Penyekatan di Gerbang Tol Bekasi Barat, Kendaraan Diputar Balik

Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap keluarga paling lambat pekan kedua Juli.

Jumlah masyarakat miskin yang terdapat di Jawa hingga Bali sebanyak 14,84 juta jiwa dengan target coverage mencapai 30%.

Baca  Juga: Penyekatan di Simpang Salabenda Bogor, Banyak Kendaraan Diputarbalikkan

Jumlah keluarga yang akan mendapatkan bantuan beras ada sebanyak 1,21 juta keluarga atau sekitar 4,4 juta jiwa. Kebutuhan beras mencapai 11.212 ton dengan biaya mencapai Rp117,7 miliar.

Pemerintah menargetkan penerima bantuan adalah pekerja harian dan pekerja informal terutama di daerah padat penduduk yang terkena dampak PPKM Darurat, seperti pedagang pasar, objek daring, supir angkutan umum, pedagang kaki lima, perdagang asongan, pemilik dan petugas warung makan, kuli bangunan atau kuli pelabuhan, pemulung, dan sebagainya.

Kriteria penerima bantuan dapat ditentukan lebih lanjut sesuai situasi di lapangan. TNI-Polri akan mengatur distribusi bantuan supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pemerintah pusat telah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 di Jawa hingga Bali guna menekan laju penyebaran COVID-19.

Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bagi sektor esensial, maksimal 50% staf yang bekerja di kantor, dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, dan 100% bagi sektor kritikal.

Pemerintah mengizinkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan untuk beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50%. Untuk apotek, diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Namun, pemerintah memutuskan agar pusat perbelanjaan, serta pusat perdagangan lain, termasuk kawasan wisata ditutup selama penerapan PPKM Darurat tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini