Investor Nantikan Kinerja BUMN saat Holding Ultra Mikro Berjalan

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441245 investor-nantikan-kinerja-bumn-saat-holding-ultra-mikro-berjalan-mEJVzHKk0j.png Investor Menanti Holding BUMN Ultra Mikro. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) sangat dinantikan para investor. Pasalnya, integrasi ini memberi akselerasi bisnis dari ketiga entitas perusahaan negara.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengungkapkan, investor di pasar modal menyambut positif rencana pembentukan Holding BUMN UMi. Pasalnya, investor menantikan kolaborasi tiga perusahaan negara yang selama ini dikenal kuat dalam pembiayaan dan pemberdayaan usaha wong cilik.

Baca Juga: Kadin: Holding Ultra Mikro akan Memacu Pertumbuhan Pengusaha Baru di Indonesia

Reza mengatakan, Holding BUMN UMi menciptakan ekosistem penyaluran kredit yang lebih kuat dan berkualitas. Dengan demikian segmen usaha UMi dan UMKM lebih berdaya dan mendorong peningkatan kinerja laba holding ke depan.

Selain itu, momentum ini juga menjadi peluang besar bagi bank berkode saham BBRI itu untuk melakukan diversifikasi bisnis. Sekaligus ekspansi pasar yang lebih masif di sektor pembiayaan segmen mikro.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi

"BRI akan memiliki modal lebih kuat, potensi pengembangan bisnis lebih kuat. Tentunya yang akan diperhatikan pelaku pasar ialah akselerasi dari strategi pertumbuhan setelah adanya penggabungan para entitas tersebut," ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Di sisi lain, penerbitan saham baru (rights issue) yang akan segera digelar BRI akan mendapatkan sambutan positif dari pasar. Dia memproyeksikan, jika mengacu asumsi 90 hari ke belakang, maka harga pelaksanaan rights issue berada di kisaran Rp3.900.

Tren positif itu menurutnya akan terus berlanjut setelah holding ketiga perusahaan pelat merah itu berjalan efektif. Saham BBRI akan terakselerasi dengan cepat, bahkan memungkinkan mencetak rekor di atas Rp6.000.

"Apakah dimungkinkan bisa mencapai Rp5.000, atau Rp5.500, atau Rp6.000? Ya, bisa saja sepanjang realisasi kinerja pertumbuhan riil terlihat di mata pelaku pasar," katanya.

Adapun proses pembentukan holding hampir rampung setelah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021 sebagai payung hukum holding BUMN UMi terbit. Peraturan yang diteken Presiden Joko Widodo mengatur tentang pembentukan holding UMi yang melibatkan tiga entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

PP tersebut dikeluarkan dalam rangka pemulihan ekonomi di sektor Ultra Mikro melalui holding BUMN yang dipimpin BRI, dan sebagai bentuk perwujudan visi pemerintah meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan segmen ultra mikro. Selanjutnya, akan ada pembahasan rinci dalam RUPSLB BRI pada 22 Juli 2021 mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini