Mendag Ungkap Pasar Digital Bisa Tembus Rp1.098 Triliun di 2030

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441260 mendag-ungkap-pasar-digital-bisa-tembus-rp1-098-triliun-di-2030-6SnYVmOA40.jpg Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Sektor e-commerce telah menjadi sektor utama dalam kegiatan ekonomi dan menciptakan demand yang sangat besar untuk layanan logistik pengiriman barang. Berbagai penyedia jasa logistik mencatatkan peningkatan pengiriman barang semenjak pandemi hingga 30%, termasuk di masa PPKM darurat saat ini.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyampaikan bahwa proyeksi nilai transaksi e-commerce pada tahun 2030 akan meningkat tajam.

“E-commerce akan menguasai lebih dari 34% pasar digital Indonesia pada tahun 2030, yaitu Rp 1.908 triliun. Hal ini akan diikuti oleh industri yang mengiringinya, seperti layanan pelaku bisnis kepada mitra usahanya (Business to Business/B2B) sebesar Rp.763 triliun, dimana kegiatan logistik dan supply chain termasuk di dalamnya. Ini adalah layanan-layanan yang akan membuka mata rantai tersendiri dalam ekonomi digital kita,” ungkap Lutfi di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Jangan Panic Buying! Mendag Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil Selama PPKM Darurat

Pesatnya pertumbuhan e-commerce turut mendongkrak kebutuhan layanan logistik pergudangan dan fulfillment centers seperti yang dialami Shipper Indonesia.

Baca Juga: Duh Kasian, Anggaran Mendag Rp307 Miliar Masih Diblokir Sri Mulyani

Dalam kesempatan yang sama Co-Founder dan COO Shipper Indonesia Budi Handoko, mengungkapkan memasuki kuartal 1 tahun 2021, perusahaannya telah mengelola sekitar 161 gudang dengan total luasan lahan lebih kurang 400.000 m2, sedangkan di akhir kuartal 2 tahun 2021 bertumbuh menjadi 222 gudang dengan total luasan lahan mendekati 600.000 m2 yang tersebar lebih dari 35 kota di seluruh Indonesia.

"Peningkatan kapasitas pergudangan Shipper berbanding lurus tidak hanya dengan peningkatan arus barang dari sektor e-commerce, namun juga dengan meningkatnya kebutuhan para klien korporasi yang memilih Shipper sebagai operator pergudangan mereka," ungkapnya.

Seperti diketahui, Amazon baru-baru ini meluncurkan sistem manajemen pergudangan yang mengedepankan teknologi robotic untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan yang canggih dan ekonomis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini