Ini Dampak Restrukturisasi ke Kinerja Pertamina

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 320 2441713 ini-dampak-restrukturisasi-ke-kinerja-pertamina-ONUMtR2SEl.jpg Transisi Energi di Pertamina. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

Dalam rangka mengantisipasi era transisi energi, Subholding Power & New and Renewable Energy (PNRE) yang berperan dalam mendukung upaya pengembangan Energi Baru Terbarukan juga mencatat kinerja positif dimana pada tahun 2021 mampu meningkatkan total kapasitas terpasang sebesar 2.484 Mega Watt dari portofolio bisnis existing Geothermal, Gas untuk pembangkit, dan NRE. Produksi listrik juga meningkat dari 4,7 GW menjadi 5,5 GW secara kumulatif pada Maret 2021.

"Kinerja positif dalam masa transisi tersebut merupakan hasil dari pelimpahan kewenangan eksekusi yang diberikan kepada Subholding untuk percepatan proses operasional dan bisnis. Dengan terbentuknya Subholding, organisasi lebih fokus, lean, agile, efisien dan streamlining decision making," ujar Fajriyah Usman, Pjs Senior Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Menurut Fajriyah, proses transisi juga berjalan pada aspek legal administrasi. Pada Juli 2021, Pertamina juga telah melakukan penyelarasan regulasi, penyiapan dokumen administrasi, penyiapan dokumen aspek legal hingga penyiapan pengukuhan pemerintah terhadap seluruh Subholding.

"Restrukturisasi Pertamina akan terus berjalan dengan melakukan proses transisi dan transformasi, baik pada tingkat holding maupun subholding, sehingga pada tahun 2024 mendatang dapat mencapai target nilai pasar $100bn," jelasnya. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini