8 Kebiasaan yang Baik untuk Mengubah Nasib Keuangan

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 622 2441648 8-kebiasaan-yang-baik-untuk-mengubah-nasib-keuangan-SKlz2zpqnq.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bila Anda bukan berasal dari keluarga orang kaya, berarti Anda harus merintis kekayaan sendiri sejak dari bawah. Cita-cita model begini sudah pasti bukan cita-cita yang mudah. Hal ini semakin terlihat mustahil, karena sekarang tingkat upah anjlok, meningkatnya utang dan biaya hidup.

Tapi bila mau disiplin melakukan 8 rutinitas berikut, Anda bisa mendorong kekayaan finansial Anda titik maksimal. Dilansir dari situs enterpreneur.com, Jumat (16/7/2021) berikut 8 kebiasaan yang harus dimiliki:

Baca Juga: Jangan Minder IPK Kecil, Simak Tips Berikut agar Lolos Wawancara Kerja

1. Tentukan Tujuan Hidup.

"Apakah arti kebebasan finansial bagi anda? , "tanya Matt Danielson dari Investopedia. "Biasanya orang menggunakan tujuan yang umum sehingga jadi kabur. Maka carilah tujuan yang spesifik. "Tentukan" berapa banyak yang ingin anda miliki dalam rekening bank, apa saja gaya hidupnya, dan pada usia berapa ini harus dicapai," sarannya. "Semakin spesifik tujuanmu, semakin tinggi kemungkinan untuk mencapainya."

"Berikutnya, hitung mundur ke usia Anda sekarang dan tetapkan tahapan-tahapan finansial yang ingin dicapai dan durasinya," tambah Danielson. "Tuliskan semuanya dengan rapi dan letakkan itu di awal rencana keuangan Anda," katanya.

Baca Juga: Ini 4 Tanda Tak Lolos Interview Kerja

2. Hidup Hemat Sesuai Kemampuan

Hidup di bawah uang penghasilan bukan berarti "pelit" atau tidak bisa menikmati hidup. Sebaliknya, hal itu "hanyalah anggaran Anda di bawah atau setara dengan pengeluaran per bulan", jelas Deanna Ritchie dalam artikel. "Kita tidak bisa hidup terus berutang dari kartu kredit. Dan yang lebih penting, ini akan membantu anda menciptakan masa depan keuangan yang lebih stabil."

"Tapi tentu saja, hidup sesuai kemampuan ini butuh disiplin dan sedikit pengorbanan," tambah Denna.

3. Bikin Pos Cadangan Uang Tunai

Dengan memiliki cadangan uang tunai untuk keadaan darurat ini membuat ada kedamaian pikiran. Dan yang lebih penting lagi, itu membantu mencegah terkubur di bawah tumpukan utang.

Idealnya Anda harus punya simpanan tiga sampai enam bulan setara biaya hidup. Tapi, memiliki berapapun jumlah yang disisihkan lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

4. Manfaatkan Utang dengan Strategi

Banyak ahli keuangan menyarankan untuk menghindari utang apa pun risikonya. Tetapi, tidak semua utang itu buruk. Misalnya, jika berencana membeli mobil atau rumah, Anda akan membutuhkan kredit. Jadi, memakai kartu kredit dan menggunakannya secara bertanggung jawab dapat mencapai tujuan ini.

Anda juga dapat menggunakan utang untuk keperluan seperti melanjutkan pendidikan, membeli properti, ataupun menumbuhkan bisnis.

Bagaimana contoh yang tidak menggunakan utang secara strategis? Bila menggunakan kartu kredit saat tak bisa membayar tiket VIP ke festival musik. Ini jelas adalah waktu wajib harus menghindari hutang.

5. Miliki Rencana Investasi yang Terorganisir

Setelah membangun dana darurat untuk menangani hal yang tak terduga, saatnya kini memulai strategi investasi.

"Yang penting ialah memahami jenis instrumen yang cocok dengan tujuan kita," kata Alicia. "Dengan menyadari dalam hidup terdapat beragam jenis pengeluaran, maka tempatkan investasi Anda agar bekerja optimal untuk membantu."

Investasi pensiun memiliki berbagai bentuk dan kapasitas. Beberapa jenis yang paling umum dari rekening pensiun mencakup 401(k) dan IRAs. Sering kali, ini adalah rencana yang cocok dengan bos di kantor. Namun, ada juga rencana pensiun yang dirancang untuk pelaku bisnis kecil.

Setelah memahami berbagai investasi pensiun ini, Anda juga harus punya kemampuan untuk membayar iurannya. Ini dapat menambah rekening pensiun Anda yang lain dan juga menyediakan pendapatan seumur hidup yang terjamin.

Untuk instrumen non-pensiun, bisa pertimbangkan untuk berinvestasi dalam saham, obligasi, ataupun ETFs.

6. Perluas Pengetahuan Keuangan

Faktanya akan mengintimidasi dan berlebihan ketika memasuki dunia keuangan. Tetapi, jika anda ingin menjadi lebih stabil secara finansial dan menguasai uang, maka anda perlu terus mendidik diri anda sendiri mengenai topik-topik berkisar dari pengurangan pajak sampai berinvestasi hingga perencanaan pensiun.

Bagaimana caranya ini benar-benar terserah Anda. Namun, Anda tidak bisa salah dalam membaca buku keuangan, mengikuti figur otoritas secara online, atau mengambil kursus online. Anda juga harus duduk dan memilih otak penasihat keuangan anda.

7. Carilah Sumber Pendapatan Lainnya

Memiliki beberapa aliran pendapatan yang berbeda dapat sangat bermanfaat. Sebagai permulaan, jika anda kehilangan satu sumber pendapatan anda dapat jatuh kembali pada yang lain. Kelebihan lainnya adalah anda dapat menggunakan arus kas tambahan untuk membayar utang anda atau menyimpannya dalam tabungan Anda.

8. Jadikan Kesehatan Sebagai Prioritas

"Keuangan dan kesehatan hampir mustahil dipisahkan," tulis Kate Underwood di tempat lain. "Lagi pula, perawatan kesehatan membutuhkan uang, dan menghasilkan uang jauh lebih mudah kalau kita sehat. Anda mungkin berpikir bahwa anda tidak punya waktu untuk berfokus pada kebiasaan yang sehat seperti pola makan, olahraga, atau tidur yang seimbang. "Akan tetapi," anda mungkin berubah pikiran jika anda mempertimbangkan banyaknya alasan finansial untuk memprioritaskan kesehatan anda."

Untuk memulainya sebaiknya ketika sehat, karena lebih kecil kemungkinan untuk sakit dan kehilangan pekerjaan. Tapi itu adalah masalah besar ketika kau pekerja lepas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini