Share

Tak Perlu Panic Buying, Stok Pangan Dipastikan Aman saat PPKM Darurat

Anggie Ariesta, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 320 2442523 tak-perlu-panic-buying-stok-pangan-dipastikan-aman-saat-ppkm-darurat-0RQyPKA1Te.jpg Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah resmi melarang mudik Idul Adha sehubungan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, ada kekhawatiran akan cadangan logistik mengingat ada beberapa penyekatan yang dilakukan kepolisian.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan stok barang-barang kebutuhan pokok masih aman sejalan dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah menjamin tidak ada kebijakan impor sembako untuk menyambut Hari Raya Idul Adha.

Maka itu, perlu diingat agar masyarakat tak perlu berbondong-bondong belanja alias panic buying. Sebab sektor kritikal, salah satunya terkait pangan, tetap dibuka 100% hanya saja jam operasionalnya dibatasi.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Bansos Tunai Diusulkan Naik Jadi Rp1 Juta

Selain itu Mendag Lutfi menjelaskan, saat ini stok beras lokal cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021. Bahkan, dia menyebut sejumlah daerah diperkirakan swasembada beras pada momen hari raya qurban, sehingga menambah stok beras nasional.

Baca Juga: 40 Tahun Berdagang, Baru 2 Tahun Ini Terpukul

Mendag Lutfi juga menjamin kestabilitasan harga karena ketersediaan stok yang mudah didapat oleh masyarakat. “Bahan pokok, bahan penting Insya Allah stoknya ada, aman. Untuk harga juga karena stoknya terjamin,” ujarnya dikutip Minggu (18/7/2021).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Terkait distribusi logistik, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menindaklanjuti usulan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) terkait pembukaan gerbang tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama penerapan PPKM Darurat. Disebutkan bahwa angkutan logistik dapat melewati lokasi akses masuk/akses keluar gerbang tol yang direkomendasikan untuk dioperasikan secara terbatas dalam rangka menjamin kelancaran suplai logistik.

Adapun daftar lokasi akses masuk/akses keluar gerbang tol tersebut yaitu:

1. Jawa Tengah

- Gerbang Tol Brebes Barat (Akses menuju kawasan pertanian Brenes)

- Gerbang Tol Kandeman (Akses menuju kawasan industri Pekalongan)

- Gerbang Tol Weleri (Akses menuju kawasan industri Kendal dan Batang)

- Gerbang Tol Muktiharjo (Akses menuju kawasan industri Semarang)

- Gerbang Tol Colomadu (Akses menuju kawasan industri Solo)

- Gerbang Tol Karanganyar (Akses menuju kawasan pertanian Karanganyar)

2. Jawa Timur

- Gerbang Tol Sidoarjo (Akses menuju kawasan industri Sidoarjo)

- Gerbang Tol Waru (Akses menuju kawasan industri Waru)

- Gerbang Tol Tanggulangin (Akses menuju kawasan Tanggulangin)

Sebelumnya, pemerintah menginformasikan bahwa sebanyak 27 exit tol di Jawa Tengah akan ditutup pada 16-22 Juli 2021. Selain itu, penyekatan di 224 titik di seluruh Jawa Tengah juga akan diperketat. Untuk diketahui, dengan ditutupnya semua exit tol di Jawa Tengah tersebut, maka kendaraan yang masuk dari arah Jakarta atau Jawa Timur tidak bisa masuk ke wilayah Jateng.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini