3 Indeks Utama Wall Street Anjlok Akibat Aksi Jual Saham

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 278 2443205 3-indeks-utama-wall-street-anjlok-akibat-aksi-jual-saham-w8eEPtfjBE.jpg Wall Street Anjlok karena Meningkatnya Kasus Covid Varian Delta. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Wall Street anjlok karena lonjakan COVID-19 varian Delta memicu aksi jual saham.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi dengan penurunan tajam. Di mana S&P dan Nasdaq mengalami penurunan dengan persentase terbesar sejak pertengahan Mei.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Akibat Tingginya Kasus Covid-19 Varian Delta

Dow Jones Industrial Average turun 725,81 poin atau 2,09% menjadi 33.962,04, S&P 500 kehilangan 68,67 poin atau 1,59% menjadi 4.258,49. Sedangkan Nasdaq Composite turun 152,25 poin atau 1,06% menjadi 14.274,98.

11 sektor utama di S&P 500 ditutup melemah. Saham energi turun 3,6% terbebani jatuhnya harga minyak mentah. Kemudian saham blue-chip pada indeks Dow mengalami pergerakan terburuk dalam hampir sembilan bulan.

Baca Juga: Saham Amazon dan Facebook Lesu, Nasdaq Berakhir Melemah

"Sebagian besar terkait dengan Delta (varian). Hal ini membuat kekhawatiran bahwa mungkin ekonomi tidak akan pulih secepat yang dipikirkan semua orang," kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, dilansir dari Reuters, Selasa (20/7/2021).

Varian Delta Covid-19 sangat menular, bahkan sekarang dominan di seluruh dunia. Varian Delta pun menyebabkan lonjakan infeksi dan kematian baru.

“Ketersediaan vaksin secara global telah menjadi masalah sejak hari pertama. Itu sudah lama di luar sana. Ini adalah iterasi terbaru dari itu," ujar Nolte.

Melonjaknya kasus Covid varian Delta membuat saham perjalanan dan liburan jatuh. Ideks S&P 1500 Airline turun 3,8% dan indeks S&P 1500 Hotel and Restaurant turun 2,7%.

Adapun volume di bursa AS mencapai 12,02 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,17 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini