Bansos Tunai Rp600.000 Cair, Warga Jakarta: Masih Kurang, Kalau Bisa Ditambah Lagi

Okto Rizki Alpino, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 320 2443420 bansos-tunai-rp600-000-cair-warga-jakarta-masih-kurang-kalau-bisa-ditambah-lagi-t2yhMM5UWg.jpg Warga Mengantre Bansos Tunai di ATM (Foto: SINDOnews)

JAKARTA - Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemprov DKI Jakarta bagi warganya di tengah penerapan PPKM Darurat mulai dicairkan Senin 19 Juli 2021. Ini membuat sejumlah ATM Bank DKI dipadati warga.

Puluhan warga rela antre panjang demi mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu. Pemandangan itu terlihat di ATM Bank DKI yang berada di area pom bensin Jalan Pramuka Raya dan Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta Timur.

Akibat antrean tersebut, pengelola SPBU tak bisa berbuat banyak. Pengelola hanya mengingatkan warga agar menjaga jarak supaya tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

Baca Juga: 7,4 Juta Keluarga Belum Terima Bansos Tunai Rp600.000

Putra, warga Matraman mengaku ikut antre agar bisa mengambil uang BST dari pemerintah. Pasalnya, BST tersebut sangat diperlukan untuk keperluan sehari-hari. "Iya saya mau ambil duit bansos di ATM, karena sudah engga megang duit lagi karena udah enggak kerja gara-gara PPKM Darurat," ujarnya di Matraman Jakarta Timur.

Menurutnya, BST yang disalurkan pemerintah saat ini dirasa terlambat. Sebab, PPKM Darurat sudah berjalan sejak 3 Juli 2021 dan sangat menyusahkan warga yang hanya memiliki penghasilan harian.

Baca Juga: Menko Luhut Ingatkan Distribusi Obat dan Bansos Diperiksa Berulang Kali, Kenapa?

"Harapannya bansos ini udah berjalan dari awal penerapan biar masyarakat enggak bingung. Semoga bansosnya selama PPKM Darurat bisa ada lagi karena jumlah segini enggak cukup," katanya.

Juned, warga Cipinang, Jakarta Timur menuturkan bansos yang diberikan pemerintah dengan jumlah Rp600 ribu dirasa kurang. Dia berharap agar pemerintah dapat kembali menyalurkan bantuan sosial berupa sembako demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau bisa ditambah lagi bansosnya. Warga kayak saya yang penghasilannya dari jualan jadi keganggu karena PPKM ini," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini