Wall Street Bangkit Didukung Laporan Pendapatan Perusahaan AS

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 278 2443526 wall-street-bangkit-didukung-laporan-pendapatan-perusahaan-as-VWVFQ9t5mq.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Selasa. Wall Street rebound dari pelemahan dalam beberapa hari, karena serangkaian laporan pendapatan perusahaan yang optimis dan kebangkitan optimisme ekonomi memicu rally risk-on.

Dow Jones Industrial Average naik 549,95 poin atau 1,62%, menjadi 34.511,99, S&P 500 naik 64,57 poin, atau 1,52% menjadi 4.323,06 dan Nasdaq Composite menambahkan 223,89 poin, atau 1,57%, menjadi 14.498,88.

Ketiga indeks saham utama AS pun naik lebih dari 1%. Dari 11 sektor utama di S&P 500, hanya sektor konsumen melemah dan industri berkinerja terbaik dengan kenaikan hingga 2,7%.

Baca Juga: 3 Indeks Utama Wall Street Anjlok Akibat Aksi Jual Saham

Indeks S&P pun mencatat kenaikan pertama dalam empat hari perdagangan dan hari terkuat sejak Maret. Nasdaq juga demikian, membukukan kenaikan pertamanya dalam enam sesi.

“Ini adalah mentalitas buy-the-dip yang masuk ke pasar,” kata Chief Executive Officer Horizon Investment Services, Chuck Carlson, dilansir dari Reuters, Rabu (21/7/2021).

Sementata itu, Imbal hasil Treasury AS kembali bangkit kembali dari posisi terendah dalam lima bulan, setelah mengalami penurunan terbesar sejak Februari di sesi sebelumnya. Ini pun mendorong saham bank-bank yang rentan terhadap kebijakan suku bunga naik hingga 2,6%.

"Saham yang sensitif secara ekonomi naik hari ini. Ketika (imbal hasil Treasury) 10-tahun turun dalam waktu singkat, itu biasanya tidak terjadi dengan ekonomi yang seharusnya tumbuh. Firming dalam (imbal hasil) 10-tahun menunjukkan bahwa mungkin ekonomi tidak akan jatuh," ujar Carlson.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Akibat Tingginya Kasus Covid-19 Varian Delta

Pada perdagangan sebelumnya, Wall Street anjlok karena kekhawatiran atas meningkatnya kasus virus corona varian Delta hingga memicu aksi jual dalam sesi terakhir.

"Hal-hal seperti varian Delta tentu dapat berdampak pada margin. Tidak perlu banyak ketakutan pada beberapa investor untuk menciptakan apa yang kita lihat kemarin,” tambahnya.

Wall Street pun hari ini menguat didorong pelaporan pendapatan perusahaan di kuartal. Di mana 56 perusahaan S&P 500 membukukan hasil. Dari jumlah tersebut, 91% telah mengalahkan konsensus.

Analis sekarang melihat pertumbuhan pendapatan S&P tahunan sebesar 72,9% untuk periode April-Juni, peningkatan yang signifikan dari pertumbuhan 54% yang terlihat pada awal kuartal.

Adapun perderakan saham seperti Halliburton Co naik 3,7%, setelah rebound harga minyak mentah mendorong permintaan jasa ladang minyak. Peloton Interactive Inc naik 6,7%, setelah mengumumkan akan memberikan akses gratis kepada anggota UnitedHealth Group yang sepenuhnya diasuransikan.

Saham Moderna turun 2% dalam sesi yang bergejolak, di mana pembuat vaksin Covid-19 paling banyak diperdagangkan di Wall Street menjelang debutnya di S&P 500 pada hari Rabu.

Saham Netflix Inc merosot lebih dari 3% dalam perdagangan, setelah jam kerja perkiraannya meleset dari perkiraan. Saham Chipotle Mexican Grill naik lebih dari 2% pasca-pasar setelah pendapatan dan pendapatannya mengalahkan konsensus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini