Gegara Vaksin, Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Dunia Tak Merata

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 320 2443902 gegara-vaksin-sri-mulyani-sebut-pemulihan-ekonomi-dunia-tak-merata-hZXQl0UmhN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa pemulihan ekonomi global tidak akan merata. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, virus Covid-19 ekonomi global memang menunjukkan tanda pemulihan, namun hal ini tak dirasakan secara merata bagi setiap negara.

Dia mengatakan akses vaksinasi dan kemampuan stimulus setiap negara yang berbeda menjadi penyebab utamanya. Adapun, risiko pertama yang harus dihadapi adalah kehadiran varian Delta.

"Tanda- tanda pemulihan ekonomi di semester 1-2021 dan ini enggak merata karena sejumlah resiko. Pemulihan ekonomi enggak merata karena adanya distribusi vaksin dan stimulus," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Akui Orang Miskin di Indonesia Tambah Banyak

Kata dia, vaksinasi yang tidak merata antar negara maupun satu negara. Kondisi ini bisa membuat varian Delta bisa terus menyebar dengan cepat.

Baca Juga: Sri Mulyani Butuh Tambahan 4.847 PNS Baru hingga 2024

"Kalau yang memiliki vaksin itu belum tentu warganya mau divaksin, juga terjadi di berbagai negara lainnya. Untuk yang belum memiliki vaksin akses jadi persoalan besar seperti Afrika dan Asia. Akses vaksinasi dan penetrasi vaksinasi sebabkan risiko karena Covid-19 ini selama belum bisa dikelola ditangani dia juga akan penularan dan bermutasi jadi jenis yang berubah seperti varian delta yang sangat mudah menular," jelasnya.

Lalu, kenaikan inflasi AS yang telah terjadi dalam 2 bulan berturut-turut hingga di atas 5%. Angka ini jauh dari target yang dipatok 2%. Kondisi ini bisa memukul daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah dan mengancam pemulihan global.

"Ketiga menimbulkan proyeksi kapan Fed merespon kenaikan inflasi tersebut dengan kenaikan suku bunga terhadap kebijakan yaitu mengurangi pembelian aset dan surat berharga pada perekonomian," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini