Peringatan Keras Menko Luhut: Jangan Ada Data Fiktif Penerima Bansos!

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 320 2444669 peringatan-keras-menko-luhut-jangan-ada-data-fiktif-penerima-bansos-VmlqiglKWg.jpg Menko Luhut: Jangan Sampai Ada Data Penerima Fiktif (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyaluran bansos di masa PPKM. Pemerintah melibatkan PT Pos Indonesia dan jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk penyaluran bantuan sosial tunai dan bantuan beras dari Bulog.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta dalam penyaluran bansos jangan ada data penerima fiktif.

"Mohon kepada Dinas Sosial dan Pemerintah Daerah untuk memanfaatkan kesempatan ini agar tidak terjadi manipulasi data penerima bansos. Saya pikir penyiapan data, pengecekan data, verifikasi data itu betul-betul supaya jangan sampai ada data fiktif yang menerima bantuan," pinta Luhut merespons masalah penyaluran bansos seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Ada Nama Bupati Karanganyar di Amplop Bansos PPKM, Disdagnakertrans Akui Salah

 

Baik PT Pos Indonesia dan jaringan bank Himbara menyampaikan bahwa saat ini penyaluran bansos kepada masyarakat sudah dimulai. Namun, mereka menyampaikan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dan sembako kepada para keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah-wilayah membutuhkan waktu dan harus dibantu oleh pemerintah daerah dalam konteks untuk penyaluran dan proses verifikasi.

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu juga meminta agar PT Pos Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan agar tidak terjadi klaster penyebaran baru saat masyarakat mengambil bansos ini.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyampaikan mulai Kamis ini, pihaknya telah mendapatkan bantuan pengangkut dari PT Pos Indonesia dan DNR (Dos Ni Roha). Bulog juga akan menyalurkan 55 ribu paket sembako yang disiapkan secara bertahap untuk seluruh Indonesia. Sementara penyaluran bantuan beras diantarkan langsung ke alamat penerima bantuan.

"Kita sudah siap untuk menyalurkan dan harapan kami kerja sama dengan Kemensos melalui dinas sosial di seluruh wilayah dan mohon bantuannya para kepala daerah untuk aktifkan dinas sosialnya sehingga tidak ada hambatan," tuturnya.

Buwas berharap sebelum tanggal 30 Juli mendatang, semua paket bantuan sudah sampai tujuan dan langsung diterima sesuai nama dan alamat.

"Dilaporkan oleh PT Pos bahwa sekarang kita kirim langsung kepada tujuan," kata Buwas.

Staf Khusus Menteri Sosial Don Rosano yang hadir dalam rakor menyebutkan pihaknya telah memberikan data 10 juta penerima Bantuan Sosial Tunai kepada PT Pos Indonesia.

"Nanti PT Pos tinggal mengirimkan kepada penerima setelah menerima tambahan anggaran termin kedua dari Kemenkeu," jelas Don Rosano.

Sementara itu, bantuan PKH sebesar 18,8 juta data penerima beras sudah siap untuk dikirimkan. Data dari 5,9 juta penerima bantuan PPKM juga siap dikirimkan ke Himbara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini