Harga dan Stok Beras Dipastikan Aman Selama PPKM, Ini Datanya

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 320 2444773 harga-dan-stok-beras-dipastikan-aman-selama-ppkm-ini-datanya-3y0cUASRAQ.jpg Stok beras aman selama PPKM level 4 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras aman dengan harga stabil di masa perpanjangan PPKM level 4 dengan ketersediaan mencapai 38.439 ton di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) per tanggal 22 Juli.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, stok beras tersebut lebih banyak dari ketersediaan dalam kondisi normal yang berkisar di 32.000 hingga 34.000 ton.

Baca Juga: Jokowi ke Gudang Bulog, Cek Stok dan Bantuan Beras PPKM Darurat

Selain ketersediaan beras, harga beras sampai saat ini terpantau stabil dengan harga beras premium Cianjur Slyp berada di kisaran Rp12.250 per kg, sementara beras medium IR 64 III di kisaran Rp8,275 per kg.

"Tren harga beras masih relatif stabil. Malah turun sekitar satu persen dibandingkan dengan rata rata bulan sebelumnya," kata Pamrihadi.

Baca Juga: 5 Fakta Bansos Tunai Rp600.000 Cair Bonus Beras, Rakyat Tidak Boleh Sampai Kelaparan

Ketersediaan beras di PIBC hingga kini masih dijadikan sebagai barometer stok beras nasional. Tingkat harga beras di DKI Jakarta, utamanya di PIBC, akan mempengaruhi kondisi harga beras di beberapa wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan beras nasional saat ini masih dalam kondisi terkendali karena panen raya untuk musim tanam kedua terjadi hampir di semua daerah.

“Memasuki musim panen raya berarti stok beras kita makin meningkat. Bahkan kita over stock di beberapa daerah,” kata Mentan Syahrul.

Panen raya musim tanam kedua berlanjut di sejumlah sentra padi seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan juga pulau Sulawesi. Kementan bersama pemerintah daerah, lanjut dia, terus berupaya melakukan peningkatan produktivitas.

“Sejumlah upaya yang dilakukan adalah penggunaan teknologi, menambah mekanisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan menggunakan varietas benih unggul,” kata Mentan Syahrul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini