Banyak Buruh Meninggal Akibat Covid-19, KSPI Gelar Aksi Mogok pada 5 Agustus

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 320 2446128 banyak-buruh-meninggal-akibat-covid-19-kspi-gelar-aksi-mogok-pada-5-agustus-DehULKRTxT.jpg KSPI Ungkap Banyak Buruh Meninggal Akibat Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan banyaknya buruh yang meninggal akibat Covid-19. Puluhan ribu buruh pun akan melakukan aksi mogok kerja sebagai tindak lanjut hal tersebut.

Sebanyak puluhan ribu buruh di 1.000 pabrik di 24 provinsi akan menggelar aksi dengan mengibarkan bendera putih sebagai simbolisme menyerahnya mereka dalam berperang melawan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Korban PHK Dapat Bantuan Uang Tunai, Segini Besarannya

"Bentuknya adalah mengibarkan bendera putih karena kaum buruh menyerah dengan banyaknya buruh yang sudah meninggal dan terpapar Covid-19," ujar Said dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Bahkan, lanjut Said, para buruh juga menyerah karena sudah berulang-ulang berteriak untuk mengatur jam bergilir di situasi pandemi Covid-19, dan berulang-ulang berteriak agar buruh yang isoman diberikan vitamin dan obat-obatan gratis melalui jaringan BPJS kesehatan.

Baca Juga: Ngeri! Banyak Buruh Positif Covid-19 Tetap Kerja Demi Upah

"Berulang-ulang teriak jangan ada PHK, berulang-ulang berteriak jangan dirumahkan dengan memotong gaji, dan berulang-ulang menegaskan UU Cipta Kerja Omnibus Law merugikan kami para buruh," tegas Said.

Bendera putih ini akan dikibarkan dan para buruh akan memasang spanduk dengan tiga tuntutan, antara lain selamatkan nyawa buruh dan rakyat, cegah penularan Covid-19, dan cegah ledakan PHK.

"Yang juga akan kami kumandangkan dalam mogok kerja ini adalah batalkan Undang-undang Cipta Kerja. Aksi ini digelar tetap dengan tertib protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker, hand sanitizer, dan tidak ada kerumunan," ungkap Said.

Dia pun menjamin bahwa tidak ada kerumunan karena aksi dilakukan di luar area produksi, tapi tetap dilaksanakan di lingkungan pabrik.

"Aksi akan diikuti puluhan ribu buruh dari seluruh Indonesia 24 provinsi, 1.000 pabrik akan bergabung pada tanggal 5 Agustus 2021," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini