Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Investasi Asing 'Jumbo' Siap Masuk RI Akhir 2021

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 27 Juli 2021 |14:26 WIB
3 Investasi Asing 'Jumbo' Siap Masuk RI Akhir 2021
Investasi dari 3 Negara Segera Direalisasikan Akhir Tahun. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadia menyampaikan adanya minat investasi asing yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel). Investasi tersebut pun segera direalisasikan pada akhir tahun ini.

"Itu nanti di akhir 2021 mereka sudah realisasi, berapa angkanya dan siapa perusahaannya apa nanti kita tunggu tanggal mainnya,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Realisasi Investasi Rp233 Triliun di Kuartal II-2021, Naik 16%

Bahli juga bertemu dengan beberapa perusahaan besar seperti Cargill dan Microsoft. "Kita dapat apresiasi realisasi investasi dari cargill, microsoft," terangnya.

Menurutnya, investasi penting untuk pertumbuhan ekonomi, apalagi dalam kondisi sekarang. Di mana konsumsi rumah tangga yang dulunya menjadi andalan tidak bisa diharapkan lagi, seiring dengan anjloknya mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Menteri Investasi Kaji Dampak Pekerja Asing yang Tinggalkan Indonesia

"Kita harus keluar untuk mendorong, menyampaikan, mempromosikan agar bisa masuk ke penanaman modal ke dalam negeri," tandasnya.

Sebagai informasi, realisasi investasi pada kuartal II-2021 (April-Juni) naik menjadi Rp233 triliun. Angka ini naik 16,2% dibanding periode yang sama pada tahun lalu atau April-Juni 2020.

Sedangkan jika dibandingkan kuartal I-2021 (Januari-Maret), realisasi investasi naik 1,5%. Lalu, penanaman modal asing Rp116,8 triliun, lebih tinggi dari dalam negeri.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement