Bappenas Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6% Usai Covid-19

Antara, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 320 2446756 bappenas-targetkan-ekonomi-ri-tumbuh-6-usai-covid-19-LeA2URulIX.jpg Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6% usai covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menargetkan pertumbuhan ekonomi RI 6% per tahun usai COVID-19. Dengan pertumbuhan tersebut, RI bisa menjadi negara maju dan lepas dari jebakan negara berpendapatan kelas menengah atau middle income trap sebelum tahun 2045.

"Meskipun ada pandemi dan perubahan iklim, kami sudah menyiapkan visi Indonesia 2045, yaitu menuju Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045," ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Arifin Rudiyanto dilansir dari Antara, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Ekonomi RI 2021 Bisa Tumbuh 3%-4% meski Ada PPKM Level 4, Ini Alasannya

Oleh karena itu, ia menilai, diperlukan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai landasan yang kokoh untuk menuju Indonesia maju, serta transformasi ekonomi yang masuk dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 yang selaras dengan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurut Arifin, transformasi ekonomi tersebut sangat diperlukan usai pandemi berakhir sebagai penyelamat ekonomi jangka panjang yang akan mengintervensi sisi produksi perekonomian.

Baca Juga: Ekonomi RI 2021 Diproyeksi Hanya Tumbuh 3% Imbas PPKM Level 4

Dia memastikan transformasi ekonomi itu akan dilakukan melalui total factor productivity, produktivitas modal, dan produktivitas tenaga kerja.

"Transformasi ekonomi ini intinya adalah kita perlu untuk mengangkat trajectory ekonomi, jadi tidak hanya pemulihan ekonomi saja," tegas Arifin.

Sementara itu, untuk jangka pendek, yang dilakukan pemerintah saat ini adalah pemulihan ekonomi pada 2020 dan 2021, yang kemudian akan dilanjutkan dengan reformasi struktural pada 2022.

Dia menjelaskan, pemulihan ekonomi dilakukan melalui intervensi dari sisi permintaan seperti menjaga daya beli lewat pemberian bantuan sosial, subsidi, dan lainnya, serta menciptakan permintaan dengan peluang kerja dan kebutuhan suplai barang atau jasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini