Turun Tipis, Harga Emas Dibanderol USD1.799/Ounce

Antara, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 320 2447650 turun-tipis-harga-emas-dibanderol-usd1-799-ounce-jBqUpnCOz5.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com)

CHICAGO - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas berbalik arah karena pernyataan kebijakan Federal Reserve AS menyatakan risiko masih menghadang ekonomi AS dari varian virus corona Delta.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange turun tipis 10 sen AS atau 0,01% menjadi USD1.799,70 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (27/7/2021), emas berjangka naik tipis USd0,6 atau 0,03% menjadi USD1.799,80.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp3.000, Paling Murah Dijual Rp523.500

Emas berjangka merosot USD2,6 atau 0,14% menjadi USD1.799,20 per ounce pada Senin (26/7/2021), setelah jatuh USD3,6 dolar AS atau 0,2% menjadi USD1.801,80 pada Jumat (23/7/2021), dan menguat USD2,0 atau 0,11% menjadi USD1.805,40 pada Kamis (22/7/2021).

Harga turun sedikit setelah pernyataan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan pemulihan ekonomi AS tetap di jalurnya meskipun ada peningkatan infeksi virus corona, dan mengisyaratkan pembicaraan sedang berlangsung seputar kemungkinan penarikan dukungan kebijakan moneter.

Baca Juga: Harga Emas Rebound di Tengah Kekhawatiran Kasus Covid-19 Varian Delta

Tetapi emas berubah positif setelah Powell mengatakan meningkatnya kasus varian Delta dapat membebani pemulihan di pasar tenaga kerja dan bahwa bank sentral masih "jauh" dari mempertimbangkan menaikkan suku bunga.

"Mengistilahkan penurunan awal terhadap pernyataan tersebut sebagai reaksi spontan. Aksi harga emas yang berombak kemungkinan terjadi karena investor mencerna pernyataan Powell," ujar Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya, dikutip dari Antara, Kamis (29/7/2021).

“Sementara ekonomi masih menuju ke arah yang benar, kesimpulan keseluruhannya adalah kita masih akan melihat banyak akomodasi tetap ada, dan pengumuman tapering (pengurangan pembelian aset) ini, kapan pun itu terjadi, akan dilakukan secara bertahap dan tidak dipercepat,” tambah Moya.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas, karena menaikkan peluang kerugian memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas juga mendapat dukungan dari sedikit kemunduran dalam dolar setelah pernyataan Powell, membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 22,8 sen atau 0,92% menjadi ditutup pada USD24,877 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD8,6 atau 0,82% menjadi USD1.058,1 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini