RI Kembangkan Laptop Merah Putih, Pengusaha: Kita Tak Usah Takut

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 320 2448395 ri-kembangkan-laptop-merah-putih-pengusaha-kita-tak-usah-takut-OFEEBELsZU.jpg RI Kembangkan Laptop Merah Putih. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel), Oki Widjaja menilai realisasi Laptop Merah Putih atau Laptop Dikti Edu menjadi awal untuk RI mempromosikan merek lokal.

"Kita tidak usah takut mempromosikan merek lokal karena itu sebuah aset, dari situ kita berpikir komponen apa yang harus disiapkan," kata Oki, di Market Review IDX Channel, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Wapres Sayangkan Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar Dunia

Oki menambahkan dengan aset produsen lokal yang dipunya RI, pemerintah hanya perlu mempersiapkan dua hal dalam industri elektronik ini. Pertama, memulai produksi komponen dan kedua, mengembangkan merek nasional tersebut.

"Ini penting, mereknya bisa kita sebut PC nusantara atau PC merah putih, karena kita tau bahwa sebutlah perusahaan dunia seperti CORE itu pabriknya bukan di Amerika, mereka memprakarsai itu ke pembuat komponen," katanya.

Baca Juga: Tekan Impor, Ini Jurus RI Tingkatkan TKDN Produk Laptop hingga Tablet

Oki menekankan bahwa membangun industri laptop saat ini butuh waktu yang panjang, terlebih dalam hal komponen yang harus impor. Dia hanya berharap pemerintah konsisten dalam menangani ide laptop merah putih ini.

"Kita perlu relokasi produsen pembuat komponen, setidaknya kita punya aset itu yang dikembangkan. Sebut saja contoh kita punya beberapa pabrik TIK di Cikarang, yang penting adalah pemerintah konsisten," ujar dia.

Oki mengatakan, beberapa tahun lalu, ada yang pesimis soal industri ini bisa dikembangkan. Namun dia mengatakan dengan jelas pemerintah hanya harus menyiapkan road map yang jelas setidaknya ke 2024.

"Kebijakannya belum in-line, kita harus punya pemikiran positif, road map yang cukp jelas kemana arahan pemerintah, untuk dibawa ke 2024 nanti," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini