Ada Sistem Pembayaran Baru, Ini Penjelasan BI

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 320 2448447 ada-sistem-pembayaran-baru-ini-penjelasan-bi-D0DyrUQjTM.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia meluncurkan Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia (SPIP). Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan SPIP yang terbit secara bulanan merupakan kumpulan indikator yang menggambarkan perkembangan berbagai indikator terkait SP PUR (Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah), termasuk sistem dan infrastruktur pasar keuangan Indonesia.

"Statistik ini dapat dilihat di website Bank Indonesia pada menu Statistik Ekonomi Keuangan mulai tanggal 31 Juli 2021," kata Erwin di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Fakta Menarik BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Cakupan SPIP meliputi indikator terkait pengedaran uang, sistem pembayaran, maupun sistem setelmen yang berlaku di Indonesia, yang dapat menggambarkan perkembangan instrumen maupun infrastruktur sistem pembayaran tunai - non tunai dan setelmen yang tersedia di Indonesia.

SPIP diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi terkait perkembangan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) di Indonesia, serta sebagai media komunikasi dan edukasi kepada stakeholder mengenai pelaksanaan tugas dan kebijakan SP PUR.

Baca Juga: BI Tunjuk Bank Siapkan Transaksi Rupiah-Yuan dengan China

Peluncuran SPIP merupakan bagian dari penyempurnaan sejumlah statistik sistem pembayaran yang telah ada sebelumnya. Penyempurnaan ditujukan untuk menghilangkan redudansi data sistem pembayaran dan memenuhi kebutuhan data end user.

SPIP memiliki cakupan data yang lebih lengkap dan granular, series data lebih panjang, terdapat tools validasi, metadata yang lengkap, terkini dan konsisten, serta menganut kaidah keteraturan yang ditetapkan dalam penyusunan statistik. Proses penyusunan SPIP ini mengacu pada data yang dikelola oleh BI, termasuk yang bekerjasama dengan otoritas dan lembaga pendukung pasar keuangan di Indonesia lain seperti PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia, serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini